Home > HEADLINE > ARTOTEL Group Kembali Gelar Peduli Lingkungan Melalui ARTOTEL EARTH

ARTOTEL Group Kembali Gelar Peduli Lingkungan Melalui ARTOTEL EARTH

JAKARTA[Kampusnesia] – ARTOTEL Group kembali hadirkan rangkaian kepedulian sosial tahunan yang sebelumnya dikenal dengan nama ARTOTE For Hope, kini berubah menjadi ARTOTEL Earth.

Sebelum sejak 2016 ARTOTEL For Hope menggerlar rangkaian kegiatan kepedulian sosial dari ARTOTEL Group setiap Desember  atau akhir tahun dan dilakukan dengan cara yang berbeda di antaranya kampanye kepedulian sosial melalui kegiatan seni.

CEO ARTOTEL Group Erastus Radjimin mengatakan melalui kegiatan ini, ARTOTEL Group ingin menyampaikan pesan bahwa seni dapat menjadi media komunikasi yang sangat menarik untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap isu sosial yang sedang diangkat.

Selain itu, lanjutnya, ARTOTEL For Hope juga melakukan penggalangan donasi dari tamu yang menginap di semua properti ARTOTEL Group untuk disumbangkan kepada komunitas atau organisasi sosial tertentu.

“Dengan cara ini, ARTOTEL For Hope mendapatkan respon yang baik dari para tamu, dan juga komunitas /organisasi sosial yang tertarik untuk bekerja sama dengan tujuan meningkatkan kepedulian sosial melalui media seni,” ujarnya, Kamis (28/11).

Menurutnya, sejak 2016 ARTOTEL For Hope menggalang kepedulian sosial untuk anak-anak berkebutuhan khusus yang berprestasi di bidang seni, melalui sosok seniman cilik Aqil Prabowo yang memiliki gangguan disleksia, selain juga menggalang kepedulian sosial untuk orang-orang yang memiliki gangguan kesehatan mental.

Melalui ARTOTEL For Hope, tutur Erastus, orang-orang yang kurang beruntung ini diberikan kesempatan untuk berkarya melalui pameran seni yang diselenggarakan di semua properti, dan ternyata seni menjadi salah satu terapi penyembuhan mereka melalui coretan-coretan yang mereka tuangkan dalam setiap kanvas.

Bahkan pada 2018, ARTOTEL For Hope mulai merambah isu lingkungan yang bekerja sama dengan Yayasan sosial di bidang lingkungan yang memiliki fokus pada rehabilitasi hutan di Kalimantan.

Beranjak dari visi dan misi yang sama, yaitu ingin menggalang kepedulian sosial akan pelestarian hutan melalui seni, ARTOTEL For Hope dan Yayasan Konservasi Alam Nusantara berhasil mengajak dua seniman untuk melakukan kunjungan dan melihat langsung kawasan pelestarian hutan, kemudian mereka tuangkan dalam bentuk karya seni yang ditampilkan di ARTSPACE semua properti.

Erstus menuturkan pada 2019 ini, ARTOTEL Group mulai memposisikan program kepedulian sosial ini menjadi program berkelanjutan terhadap lingkungan, dengan mengganti nama program menjadi ARTOTEL Earth dan bekerja sama secara strategis dengan Yayasan WWF Indonesia (WWF-Indonesia) sebagai mitra resmi program Signing Blue.

Melalui Program Signing Blue, lanjutnya, WWF-Indonesia mendorong pelaku industri pariwisata untuk melakukan praktik usaha yang bertanggung jawab dalam melestarikan keindahan bahari.

ARTOTEL Group kini telah terdaftar sebagai member hotel dari program Signing Blue yang diinisiasi oleh WWF–Indonesia. Hotel yang terdaftar sudah melalui penilaian sebagai hotel yang ramah lingkungan, mulai dari mengurangi penggunaan plastik, pengaturan limbah ramah lingkungan, ikut mensejahterahkan kelestarian bahari saat ini dan masa mendatang.

Menurutnya, Desember 2019 mendatang akan dilakukan rangkaian program aktifasi pertama kolaborasi ARTOTEL EARTH dengan WWF-Indonesia yang mengangkat tema Mengurangi Sampah Plastik, terdiri  Pengumpulan Donasi dan Pameran Seni.

Selama Desember 2019, ARTOTEL akan menyisihkan Rp10.000 dari setiap kamar yang terjual untuk disumbangkan kepada WWF–Indonesia yang akan dipergunakan untuk kegiatan pelestarian kehidupan maritim dan pengelolaan limbah di Indonesia.

Sebagai timbal baliknya, para tamu akan mendapatkan komik karya seniman Mulyakarya yang menceritakan tentang Labuan Bajo, tempat wisata dan pelestarian alam yang turut didampingi oleh WWF–Indonesia dalam upaya menanggulangi sampah plastik.

Bagi tamu yang tidak menginap dan tertarik untuk memiliki komik yang menarik ini, dapat membeli komik ini seharga Rp10.000 yang juga akan disumbangkan ke WWF-Indonesia.

Sementara kegiatan pameran Seni akan menampilkan seni karya Mulyakarya, sebuah kelompok seniman asal Yogyakarta yang didirikan oleh Danang Catur & Yudha Sandy, berupa komik, poster, lukisan dan instalasi yang diselenggarakan secara serentak di ARTSPACE semua properti ARTOTEL Group mulai dari 1 Desember 2019 sampai 31 Januari 2020.

Para tamu juga dapat membeli karya seni tersebut dimana ada persentase dari hasil penjualan karya seni akan disumbangkan ke WWF–Indonesia. Karya seni yang ditampilkan Mulyakarya menceritakan kunjungan mereka ketika diajak oleh WWF–Indonesia untuk melihat langsung destinasi wisata Indonesia yang sangat terkenal keindahannya, namun sangat membutuhkan dukungan banyak pihak agar segera memiliki pengelolaan sampah plastik yang baik.

Hasil kunjungan ini juga akan ditampilkan berupa video untuk menggugah kesadaran sosial akan sampah plastik Membuat Cinderamata “Daur Ulang” bersama TRI Upcycle

Dengan mengajak kerjasama TRI Upcycle, sebuah Usaha Sosial (Social Enterprise) yang memproduksi barang barang daur ulang (Upcycle) untuk mengurangi sampah lingkungan.

ARTOTEL Earth mengumpulkan linen bekas dari semua properti untuk dirubah menjadi merchandise khas ARTOTEL Earth berupa tas untuk membawa barang belanja yang dapat dibeli oleh para tamu. Hasil penjualan Grocery Bag ini akan disumbangkan juga kepada WWF – Indonesia dan TRI Upcycle. Dana yang diterima oleh TRI Upcycle akan mereka alokasikan untuk penanaman pohon di Kalimantan Tengah.

Erastus menambahkan melalui ARTOTEL Earth, berkomitmen akan menunjukan ARTOTEL Group untuk peduli terhadap lingkungan karena sebagai pelaku industri pariwisata yang mengusung brand Gaya hidup masa kini, peduli terhadap lingkungan juga merupakan bagian dari gaya hidup masa kini dimana kita aktif menjaga dan melestarikan bumi ini untuk tetap hijau dengan ekosistem yang baik agar dapat dinikmati oleh generasi masa depan.

Melalui komitmen ini, semua properti ARTOTEL Group akan menerapkan kegiatan operasional yang ramah lingkungan dan dilakukan secara bertahap dengan bantuan kerja sama. Dari WWF Indonesia.

“Bahkan melalui ARTOTEL Earth kami juga terbuka untuk bekerja sama dengan institusi lokal lainnya yang memiliki visi dan misi yang sama terhadap lingkungan,” tuturnya.

WWF-Indonesia adalah organisasi masyarakat madani berbadan hukum Indonesia yang bergerak di bidang konservasi alam, dengan dukungan lebih dari 100.000 suporter.

Sementara Mulakarya adalah sebuah media independent yang digagas dan dibuat oleh Danang Catur dan Yudha Sandy pada 2007 di Yogyakarta. Media ini bertujuan untuk menampung dan mempublikasikan karya-karya seni rupa alternatif khususnya komik indie di Yogyakarta. Embrio Mulyakarya adalah komik katalog yang berisi review-review komik indie terbaru. Katalog ini sudah terbit dalam 8 edisi.

Pada perkembangannya Mulyakarya menjadi sebuah komunitas yang terdiri dari komikus dan perupa yang aktif berkegiatan seni rupa, mulai dari workshop, proyek ruang publik. (rs)

* Artikel ini telah dibaca 12 kali.
Kampusnesia
Media berbasis teknologi internet yang dikelola oleh Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (STIKOM) Semarang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *