Home > EKONOMI & BISNIS > AGRIBISNIS > Jateng Jamin Aman Kebutuhan Pangan Untuk Natal Dan Tahun Baru

Jateng Jamin Aman Kebutuhan Pangan Untuk Natal Dan Tahun Baru

SEMARANG[Kampusnesia] – Jateng menjamin kebutuhan pangan untuk liburan Natal dan Tahun Baru (Nataru) mendatang sangat mencukupi, bahkan mengalami surplus, hingga menawarkan siap mensuplai daerah lain jika ada permintaan.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Jateng, Agus Suryanto mengatakan libur Natal dan Tahun baru mendatang tingkat konsumsi di Jateng diprediksi meningkat sebesar 5% dan pasokan kebutuhan bakal terpenuhi, karena sejumlah komoditi pangan yang tersedia lebih besar dibanding tingkat konsumsi.

“Kami menjamin agar setiap individu masyarakat di Jateng tidak kekurangan pangan. Pendekatannya bukan hanya pada kelompok maupun kepala keluarga, tapi individu,” ujarnya, Selasa (3/12).

Menurutnya, beberapa komoditi yang mengalami surplus di antaranya beras surplus sebanyak 3,6 juta ton, sedangkan tingkat konsumsi beras di Jateng hanya 3,2 juta ton per tahun atau 94 kg per kapita, sementara kemampuan produksi beras mencapai 6,9 juta ton.

Kebutuhan untuk daging, lanjutnya, Jateng yang dikenal sebagai penyangga pasokan daging untuk Jabodetabek, dengan suplai 70.000 ekor per tahun, sedangkan ketersediaan suplai daging di Jateng juga surplus.

“Dalam satu tahun Jateng memiliki sapi potong sebanyak 1,6 juta ekor, kambing ada 4 juta dan domba 2 juta ekor,” tuturnya.

Dia menuturkan untuk mengantisipasi lonjakan permintaan menjelang libur Nataru ini, Pemprov Jateng telah memperluas distribusi ke seluruh daerah. Sementara untuk mengantisipasi kenaikan harga, bakal dilakukan operasi pasar.

“Kita memiliki 200 lembaga usaha pangan masyarakat ditambah 850 toko tani. Ini untuk mengatasi distribusi dapat tersalur cepat dan harga stabil. Sebagai contoh, jika harga beras di toko mencapai Rp 9.500 per kg, di toko tani harga beras hanya Rp8.800 per kg,” ujarnya.

Dengan kemampuan itu, tutur Agus, Jateng siap untuk mensuplai daerah lain jika dalam menghadapi libur Nataru mendatang ada permintaan. Bahkan telah mengantisipasi jika pihak-pihak yang ingin nakal, karena biasanya dengan harga yang diharapkan stabil, kualitas justru turun karena dimanfaatkan pihak yang mencari keuntungan yang terlampau besar. (rs)

* Artikel ini telah dibaca 12 kali.
Kampusnesia
Media berbasis teknologi internet yang dikelola oleh Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (STIKOM) Semarang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *