Home > EKONOMI & BISNIS > Pemerintah Akan Merubah Instrumen Keuangan Syariah

Pemerintah Akan Merubah Instrumen Keuangan Syariah

SEMARANG[Kampusnesia] – Pemerintah bakal mengubah instrumen Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) menjadi Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), sebagai upaya untuk mekasimalkan potensi keuangan syariah nasional menjadi lebih besar

Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin mengatakan perubahan instrumen KNKS ini menjadi KNEKS bertujuan untuk mendongkrak potensi keuangan syariah nasional menjadi lebih besar.

Komite baru itu, lanjutnya, langsung berada di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Pak Jokowi dan saya akan mengubah instrumen KNKS menjadi KNEKS. Ketua-nya Presiden dan Ketua Harian-nya saya, Wakil Presiden,” ujarnya saat membuka acara Musyawarah Bersama MUI, DMI, BWI, IPHI dan Baznas Provinsi Jawa Tengah, di gedung Gradhika Bhakti Praja, kompleks kantor Gubernur Jateng, Semarang, Jumat (13/12)

Menurutnya, pangsa pasar keuangan syariah saat ini baru mencapai 8,5%. Sedangkan untuk perbankan syariah baru mencapai sekitar 5%.

“Lembaganya sudah banyak, tapi nasabahnya kurang. Karena itu kita akan genjot nasabahnya, sehingga ke depan keuangan syariah kita akan menjadi besar,” tuturnya.

Selain itu, diamenambahkan untuk mengembangkan ekonomi syariah nasional, Pemerintah juga akan mendorong pengembangan industri halal di Tanah Air.

“Konsumen halal dunia, 10%-nya Indonesia. Kita bukan produsen halal. Ke depan kita ingin Indonesia menjadi produsen halal,” ujar Ma’ruf.

Pemerintah, tutur Ma’ruf, juga akan menggenjot memasukan dana sosial lewat zakat dan wakaf, mengingat potensi keuangan dari zakat dan wakaf sangat besar hingga mencapai sebesar Rp230 triliun. Namun, yang dipungut baru senilaiRp8 triliun.

Menurutnya, pada periode kedua ini, Presiden Jokowi bersepakat melakukan pemberdayaan umat Islam, karena  membangun kekuatan ekonomi umat pada dasarnya membangun kesejahteraan rakyat.

“Umat Islam banyak yang masih duafa dan mustad’afin. Harus kita angkat. Membangun penguatan ekonomi rakyat itu sama membangun ekonomi umat. Karena sebagian besar dari rakyat itu umat,” ujar Ma’ruf.

Dia menturkan membangun ekonomi umat harus dimulai dengan membangun kekuatan sumber daya manusia. SDM Indonesia dinilai tidak boleh ada yang menderita stunting, harus cerdas, dan produktif.

“SDM bisa meningkatkan kesejahteraan, sehingga UMKM menjadi bagian yang harus dikuatkan. UMKM juga jangan kena stunting. Enggak gede-gede, kecil terus,” tutur Ma’ruf. (rs)

* Artikel ini telah dibaca 17 kali.
Kampusnesia
Media berbasis teknologi internet yang dikelola oleh Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (STIKOM) Semarang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *