Home > HEADLINE > Sinergi Ulama Dan Umaro Mampu Ciptakan Kondusifitas Jawa Tengah

Sinergi Ulama Dan Umaro Mampu Ciptakan Kondusifitas Jawa Tengah

SEMARANG[Kampusnesia] – Kondusifitas Jawa Tengah yang semakin membaik terbentuk karena antara ulama dan umaro dapat bersinergi dengan baik, hingga selama ini tidak ada persoalan yang berarti.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengatakan kunci kondusifitas Jawa Tengah terbentuk karena antara ulama dan umaro dapat bersinergi dengan baik.

“Setiap ada persoalan di Jawa Tengah, saya selalu meminta pendapat dari para ulama. Tidak hanya persoalan sosial, namun juga politik, idiologi termasuk ekonomi,” ujarnya dalam acara Musyawarah Bersama MUI, DMI, BWI, IPHI dan Baznas Provinsi Jawa Tengah, di gedung Gradhika Bhakti Praja, kompleks kantor Gubernur Jateng, Jumat (13/12)

Acara itu juga dihadiri Wakil Presiden RI, KH Ma’ruf Amin dan para ulama serta para santri se-Jateng.

Menurut Ganjar, eratnya hubungan ulama dan umaro di Jateng mampu memberikan kedamaian pada masyarakat. Apabila ada masalah, semua duduk bersama mencari solusi.

“Biasanya ditemani kopi dan pisang goreng, jadi keluar dari musyawarah dengan suasana bahagia. Semua bisa lapang dada,” tuturnya.

Tak hanya untuk menyelesaikan masalah, lanjutnya, dalam pengambilan keputusan dan kebijakan politik, juga melibatkan ulama, romo, kyai dan tokoh agama lainnya. Pendapat dan masukan dari para ulama tersebut selalu didengarkan, untuk kemudian digunakan sebagai pijakan pengambilan keputusan.

“Biar tidak keliru, kami selalu meminta pendapat ulama, setelah ada masukan, kami tinggal ketok saja. Ya meskipun tidak terlalu sempurna, tapi minimal tidak membuat perpecahan,” ujarnya.

Sinergitas dengan ulama, tutur Ganjar, juga dilakukan sebagai upaya mengatasi persoalan kemiskinan. Melalui program Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), berbagai persoalan kemiskinan di Jateng dapat teratasi dengan baik.

“Baznas di Jateng berkembang dahsyar, berbagai problem sosial masyarakat yang tidak dapat diselesaikan dengan pembiayaan negara, kami selesaikan dengan Baznas. Tidak hanya memberikan bantuan, namun Baznas sekarang didorong untuk meningkatkan ekonomi masyarakat melalui pembinaan dan pelatihan,” tutur Ganjar.

Keberhasilan bersinergi dengan ulama untuk menyelesaikan berbagai persoalan di Jawa Tengah mendapat apresiasi dari Ma’ruf Amin. Menurut Wapres, sinergi antara ulama dan umaro penting sebagai cara mensejahterakan masyarakat.

“Saya percaya pak Ganjar ini gubernur yang pandai berkomunikasi. Saya yakin, di bawah kepemimpinan pak Ganjar, kekuatan umat di Jawa Tengah dapat dioptimalkan,” ujarnya.

Ma’ruf juga mengapresiasi kinerja Pemprov Jateng dalam optimalisasi zakat, infaq dan sedekah. Bahkan belum dioptimalkan oleh daerah-daerah lain di Indonesia.

“Zakat kita sekarang bari 3,5% dari potensi zakat nasional yang kalau dihitung mencapai Rp230 triliun. Sekarang yang sudah dipungut itu baru sekitar Rp8 triliun. Jadi memang harus digenjot agar persoalan umat dapat segera selesai,” tutur Ma’ruf. (rs)

* Artikel ini telah dibaca 7 kali.
Kampusnesia
Media berbasis teknologi internet yang dikelola oleh Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (STIKOM) Semarang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *