Home > HEADLINE > Semua SMA/SMK Negeri Di Jateng Dilarang Lakukan Pungutan Pada Siswa

Semua SMA/SMK Negeri Di Jateng Dilarang Lakukan Pungutan Pada Siswa

SEMARANG[Kampusnesia] – Dinas Pendidikan Provinsi Jateng isyaratkan semua SMK/SMK Negeri di Jateng tidak diperbolehkan melakukan pungutan kepada siswa tanpa seijin Dinas Pedidikan, setelah progam SPP gratis diberlakukan mulai Januari 2020.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jateng Jumeri mengatakan pihaknya akan melakukan pengawasan secara intensif. Saat ini, sekolah tidak boleh mengambil pungutan tanpa seizin Dinas Pendidikan atau cabang dinas.

“Pungutan harus selektif dan harus seizin kami. Akan kami lihat urgensi pungutan itu. Pungutan juga harus transparan, sukarela dan tidak memaksa. Kepada siswa yang benar-benar tidak mampu, harus dibebaskan dari segala bentuk pungutan,” ujarnya, Sabtu (11/1).

Menurutnya, dengan adanya program SPP gratis itu, maka pihak sekolah harus merubah Rencana Kerja dan Anggaran Sekolah (RKAS).

Jika sebelumnya, lanjutnya, RKAS dibuat sesuai tahun ajaran baru selama satu tahun, maka untuk tahun ini RKAS dibuat hanya enam bulan, yakni mulai Januari hingga Juli 2020.

“Kami sudah mengirim surat edaran ke seluruh Kepala Sekolah SMA/SMK/SLB negeri terkait hal itu. Kami juga sudah melakukan sosialisasi secara intensif,” tuturnya.

Dia menuturkan seluruh kepala sekolah juga wajib mengembalikan pembayaran SPP yang terlanjur dilunasi oleh siswa. Apabila tidak dikembalikan secara utuh, maka akan ada sanksi tegas yang diberikan.

“Kalau tidak dikembalikan, pasti kami ambil tindakan. Karena program SPP gratis ini bertujuan untuk meningkatkan angka partisipasi siswa, mengurangi drop out dan mengurangi kemiskinan di Jawa Tengah,” ujarnya.

Seperti diketahui, Pemprov Jateng telah menggratiskan biaya pendidikan bagi siswa SMA/SMK/SLB negeri mulai tahun ini. Anggaran sebesar Rp860,4 miliar telah disiapkan untuk menyukseskan program itu.

Selain itu, Pemprov Jateng juga memberikan subsidi kepada sekolah-sekolah swasta berupa bantuan operasional sekolah daerah (Bosda) besesar Rp123,85 miliar. Bosda untuk MA negeri dan swasta juga disiapkan sebesar Rp26,5 miliar. (rs)

* Artikel ini telah dibaca 7 kali.
Kampusnesia
Media berbasis teknologi internet yang dikelola oleh Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (STIKOM) Semarang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *