Home > EKONOMI & BISNIS > AGRIBISNIS > Kerusakan Lahan Jadi Penyebab Bencana Banjir Di Wilayah Brebes

Kerusakan Lahan Jadi Penyebab Bencana Banjir Di Wilayah Brebes

BREBES[Kampusnesia] – Banjir yang melanda beberapa wilayah di Kabupaten Brebes beberapa hari lalu ternyata bukan hanya disebabkan jebolnya tanggul sungai. Namun, akibat kerusakan hutan yang parah di bagian hulu sungai juga menjadi penyebabnya.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengatakan kini tengah dicari permasalahan utama penyebab banjir dengan meninjau tanggul jebol di Desa Ketanggungan dan Desa Cikeusal Lor Kecamatan Ketanggungan.

Dalam peninjauan di wilayah itu, Ganjar didampingi Bupati dan Wakil Bupati Brebes serta Kepala BBWS Cimanuk Cisanggarung, Happy Mulya.

Menurut Happy, banjir di Brebes tidak akan selesai hanya dengan perbaikan tanggul.

“Banjir di Ketanggungan memang karena adanya tanggul jebol pak. Tapi mau diperbaiki seperti apapun, itu tidak bisa menahan limpasan air dari atas, karena kerusakan di bagian hulu sungai sudah sangat parah,” ujar Happy.

Dia menuturkan secara keseluruhan di wilayah BBWS Cimanuk Cisanggarung ada 379 titik rawan banjir. Beberapa di antaranya berada di wilayah Brebes yakni sebanyak 49 titik.

“Untuk itu, saya berharap kegiatan reboisasi bagian hulu sungai dipercepat, agar bencana semacam ini tidak terulang lebih parah lagi,” tuturnya.

Laporan itu langsung ditanggapi Ganjar dan langsung meminta Pemkab Brebes melakukan pemetaan wilayah mana saja yang mengalami kerusakan di bagian hulu untuk kemudian diambil tindakan.

“Langsung dipetakan, cek wilayah mana saja dan seberapa parah kerusakannya. Langsung dilakukan penanaman,” ujar Ganjar.

Dia membenarkan seberapapun cara yang dilakukan untuk mengantisipasi banjir di hilir, tidak akan pernah selesai kalau di hulu bermasalah, sehingga semua kegiatan di hulu baik seperti penambangan, galian C yang tidak sesuai aturan harus ditertibkan.

“Satpol PP harus membantu mengawasi, kalau tidak yang rugi kita semuanya. Pemerintah juga harus menata soal tata ruang, yang tidak pas harus dikontrol,” tuturnya.

Ganjar mengajak masyarakat untuk peduli terhadap lingkungan. Bahan di tengah perubahan cuaca yang semakin ekstrem, kalau tidak diantisipasi maka akan menimbulkan bahaya.

“Semua harus terlibat, tidak mungkin hanya selesai apabila pemerintah yang melakukan. Ayo masyarakat peduli dengan bareng-bareng mengembalikan ekosistem di bagian hulu, perbaikan tanggul di median dan perbaikan aliran di hilir,” tuturnya.

Sementara itu, Bupati Brebes, Idza Priyanti mengatakan akan langsung melakukan perintah dari Gubernur. Pihaknya akan langsung menerjunkan tim untuk melakukan pemetaan.

“Besok, kami akan langsung lakukan penanaman dengan menggandeng para pelajar di Brebes,” ujarnya.

Seperti diketahui, beberapa desa di Brebes mengalami musibah banjir beberapa waktu lalu. Banjir dikarenakan jebolnya tanggul sungai Babakan di Desa Ketanggungan dan Desa Cikeusal Lor Kecamatan Ketanggungan. (rs)

* Artikel ini telah dibaca 6 kali.
Kampusnesia
Media berbasis teknologi internet yang dikelola oleh Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (STIKOM) Semarang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *