Home > HEADLINE > Mantan Tim Sukses Pemilu Tidak Dibolehkan Menjadi PPK Pilkada 2020

Mantan Tim Sukses Pemilu Tidak Dibolehkan Menjadi PPK Pilkada 2020

DEMAK[Kampusnesa] – Mantan aktifis yang menjadi bagian tim sukses atau kampanye kontestan pemilu dalam kurun lima tahun terakhir tidak diperbolehkan mengikuti seleksi calon
Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Pilkada yang akan digelar September mendatang.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Demak Bambang Setia Budi mengatakan pelarangan itu tertuang dalam peraturan KPU no 12/2020 yang baru diterbitkan dan secara
otomatis menjadi salah satu bagian dari berkas persyaratan bagi masyarakat yang berminat
menjadi anggota PPK untuk Pilkada September mendatang.

“Kepada masyarakat yang sudah menyatakan berminat dan kini tengah mempersiapkan
berkas adminstrasi diri untuk pendaftaran PPK diharapkan dapat memenuhi ketentuan ini, karena informasi terkait persyaratan ini baru saja diterima,” ujar Bambang di kantor KPU Demak, Senin (13/1).

Menurutnya, proses rekrutmen PPK Pilkada 2020 tahapannya dimulai15 Januari yang
ditandai dengan dibukanya pengumuman rekrutmen selama 3 hari (15-18/1) dan dilanjutkan dengan penerimaan pendaftaran di KPU Demak selama tujuh hari (18-24/1), masa pendaftaran
akan diperpanjang selama 3 hari (25-27/1) jika hingga penutupan pendaftaran belum memenuhi kuota yang ditetapkan.

Tahapan penelitian berkas, lanjutnya, dijadwalkan pada 25-27/1 jika tidak ada masa
perpanjangan pendaftaran dan jika ada masa perpanjangan pendaftaran dijadwalkan 28-30/1.

Selanjutnya seleksi tertulis (30/1) jika tidak ada perpanjangan pendaftaran , jika ada perpanjangan
dilaksanakan 2/2).

Dia menambahkan KPU Demak akan melakukan seleksi tertulis pada 31/1 – 2/2 jika
tidak ada perpanjangan atau 3 -5/2 jika ada perpanjangan, pengumuman hasil seleksi tertulis (3- 5/2) jika tidak ada masa perpanjangan pendaftaran dan (6-8/2) jika ada masa perpanjangan
pendaftaran). Selanjutnya hasil pengumuman seleksi tertulis akan dimintakan tanggapan
masyarakat tahap I selama sembilan hari (28/1-5/2) jika tidak ada perpanjangan masa
pendaftaran atau (31/1 – 8 /2) jika ada perpanjangan masa pendaftaran.

Stelah itu, tutur Bambang, dilajutkan dengan tes wawancara selama 3 hari (8 -10/2) jika tidak ada
masa perpanjangan pendaftaran atau (9 – 11/2) jika ada perpanjangan masa pendaftaran yang
dari hasil wawancara ini akan ditetapkan 10 besar dan langsung akan diumumkan selama tujuh hari (15-21/2).

Masa ini sekaligus diagendakan sebagai tanggapan masyarakat tahap II yang akan dilanjutkan dengan agenda klarifikasi atas tanggapan masyaraat tahap II selama 4 hari (22- 25/2).

“Pengumuman pasca hasil klarifikasi tanggapan mayarakat tahap II dijadwalkan selama tiga hari
(26 – 28/2) dan dilanjutkan dengan pelantikan seluruh PPK (29/2) . Masa kerja PPK dijadwalkan
selama 9 bulan terhitung mulai 1 Maret – 30 November 2020,” tuturnya.

Dia berharap pengumuman ini direspon positif dan antusias dari masyarakat sehingga
banyak yang mendaftar sebagai calon anggota PPK , karena tingginya minat masyarakat untuk menjadi PPK dan perangkat penyelenggara pemilu lainnya menjadi selah satu tolok ukur semakin
majunya demokrasi. (smh)

* Artikel ini telah dibaca 83 kali.
Kampusnesia
Media berbasis teknologi internet yang dikelola oleh Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (STIKOM) Semarang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *