Home > HEADLINE > PKB Jateng Siap Buka Posko Bencana Di Berbagai Daerah

PKB Jateng Siap Buka Posko Bencana Di Berbagai Daerah

SEMARANG[Kampusnesia] – Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jateng membuka posko siaga bencana, sebagai upaya ikut berpatisipasi untuk membantu dan menolong hingga mengadvokasi masyarakat dalam situasi bencana.

Ketua DPW PKB Jateng KH M Yusuf Chudlori mengatakan posko ini akan mengkoordinasikan posko serupa yang dijalankan para pengurus cabang di 35 kabupaten/kota di Jateng.

Keberadaan posko siaga bencana ini, lanjutnya, juga merupakan upaya dari partainya untuk terlibat, membantu, hingga mengadvokasi masyarakat dalam situasi bencana apapun.

“Saat ini sudah memasuki musim hujan dan cuaca yang semakin memburuk, tentu ada beberapa ancaman bencana yang bisa saja terjadi. Dengan adanya posko siaga bencana kita siap untuk membantu dan melayani masyarakat, sekaligus sebagai pusat koordinasi tanggap bencana,” ujarnya, Selasa (21/1).

Menurutnya, Jateng merupakan salah satu provinsi dengan risiko bencana yang cukup tinggi, sehingga pihaknya mengajak jajarannya dan masyarakat untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi ancaman bencana tersebut.

DPW PKB Jateng, dia menambahkan sudah menginstruksikan 35 pengurus kabupaten/kota di wilayahnya untuk memantau kondisi daerah masing-masing, untuk melakukan koordinasi dengan posko siaga bencana wilayah.

“Aktivitasnya baik operasional dan teknis, nanti kita serahkan kepada Garda Bangsa dan Perempuan Bangsa,” tutur Gus Yusuf panggilan akrab Yusuf Chudlori itu.

Ketua Garda Bangsa PKB Jateng M Hendri Wicaksono menuturkan berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jateng, pada 2019 lalu terjadi 2.179 kasus bencana alam di provinsi ini.

“Kondisi ini tentu harus menjadi perhatian kita bersama untuk selalu siap siaga dalam menghadapi ancaman bencana yang mungkin terjadi,” ujarnya.

Selain itu, lanjutnya, tetdapat sebanyak 1.691 desa yang rawan bencana banjir, 2.136 desa rawan bencana longsor dan 658 desa rawan bencana angin puting beliung. (rs)

* Artikel ini telah dibaca 5 kali.
Kampusnesia
Media berbasis teknologi internet yang dikelola oleh Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (STIKOM) Semarang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *