Home > HEADLINE > PPP Harus Bermanfaat Untuk Bangsa Dan NU

PPP Harus Bermanfaat Untuk Bangsa Dan NU

SEMARANG[Kampusnesia] – Kiprah politik Partai Persatuan Pembangunan (PPP) diharapkan dapat membawa manfaat untuk warga bangsa, termasuk warga Nahdlatul Ulama (NU).

Rois Syuriah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Tengah (PWNU Jateng), KH Ubaidullah Shodaqoh SH saat menerima kunjungan pengurus DPW Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Jateng mengatakan sebagai aset bangsa, kehadiran PPP di panggung politik harus dapat mendatangkan manfaat untuk masyarakat luas, tak terkecuali nahdliyyin

“Parpol itu aset bangsa, kami berharap parpol termasuk PPP bisa memberi manfaat untuk umat yang di dalamnya ada warga NU yang memiliki garapan utama di bidang pendidikan, kesehatan dan ekonomi,” ujar kyai Ubaid saat menerima kunjungan pimpinan PPP Jateng di Sekretariat PWNU Jateng, Jalan Dr Cipto 180 Semarang, Selasa (21/1).

Saat menerima kunjungan ini, kyai Ubaid didampingi katib Syuriyah PWNU Jateng KH Imam Sya’roni, KH Muzamil (Ketua Tanfidziyah) dan KH Nur Sohib (Wakil Sekretaris tanfidziyah).

Sedangkan rombongan DPW PPP Jateng dipimpin Ketua DPW PPP Jateng H Masruhan Syamsurie dan Sekteratis DPW PPP Jateng Abdul Syukur serta beberapa pengurus PPP Jateng lainnya.

Menurut kyai Ubaid, NU bersikap sama dengan seluruh kekuatan politik atau parpol, hanya saja kadang-kadang hubungan itu sering terganggu pada saat ada agenda pilkada atau pemilu. Semuanya ingin dibela dan dibantu NU secara total.

Menyikapi keinginan itu, lanjutnya, NU selalu berupaya bersikap profesional dan proporsional, tidak larut apalagi teebawa-bawa untuk kepentingan atau urusan – urusan politik praktis.

Ketua DPW PPP Jateng H Masruhan Samsurie menuturkan silaturahmi DPW PPP Jateng ke PWNU Jateng ini merupakan agenda partai yang saat ini sedang menjalankan rangkaian kegiatan peringatan hari lahir (Harlah)  ke-47 PPP tingkat Jawa Tengah

Silaturahmi ke kyai NU ini, tutur Masriuhan, sekaligus untuk “nyadong dawuh ” kepada orang tua terkait dengan fungsi PPP sebagai  bagian yang tak terpisahkan dari perjuangan politik warga NU.

“Peran dan kiprah PPP tidak bisa lepas dari NU, secara historis PPP lahir dan eksis dari peran dan kiprah politik NU yang pada 1973 bersama parpol Islam lainnya, Parmusi, PSII dan Perti berfusi dalam satu wadah partai, yakni PPP,” tuturnya. (smh)

* Artikel ini telah dibaca 73 kali.
Kampusnesia
Media berbasis teknologi internet yang dikelola oleh Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (STIKOM) Semarang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *