Home > EKONOMI & BISNIS > Imlekan, Pertamina Jamin Stok LPG Di Jateng Dan DIY Aman

Imlekan, Pertamina Jamin Stok LPG Di Jateng Dan DIY Aman

SEMARANG[Kampusnesia] – PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region(MOR)  IV Jateng dan DOY menjamin ketersediaan LPG 3 kg di wilayahnya selama liburan Imlek aman.

Unit Manager Communication & CSR Pertamina MOR IV Anna Yudhiastuti mengatakan masyarakat tidak perlu khawatir mendapatkan LPG 3 Kg, karena Pertamina telah mempersiapkan ketersediaan LPG 3 kg di wilayah dua provinsi lebih dari vukup.

Pertamina, lanjutnya, Januari 2020 ini menyiapkan sebanyak 29,4 juta dan 3,2 juta tabung LPG 3 Kg. Di wilayah Jateng jumlah itu naik sebesar 5,3% dibandingkan periode yang sama di tahun lalu.

Sedangkan di wilayah DIY mengalami kenaikan berkisar 0,8% atau 24.000 tabung lebih banyak dibandingkan periode Januari 2019. Menjelang tahun baru Imlek ini, jumlah sebanyak itu dipastikan aman sehingga masyarakat tidak perlu khawatir akan pasokan LPG 3 kg.

Menurutnya, produk LPG di Jateng DIY disalurkan oleh lebih dari 41.000 pangkalan resmi LPG 3 kg (PSO) Pertamina yang terbagi sebanyak 37.000 pangkalan di Jateng dan 4.000 pangkalan di DIY.

Sementara untuk outlet LPG Non PSO yaitu bright gas, tutur Anna, Pertamina MOR IV memiliki lebih dari 6.000 outlet yang terbagi di Jateng sebanyak 4.900 outlet dan DIY sebanyak 1.100 outlet.

“Terkait pembelian LPG 3 kg bersubsidi, kami selalu menghimbau dan mengingatkan kepada seluruh konsumen Pertamina, bahwa LPG 3 kg hanya disalurkan melalui pangkalan resmi Pertamina yang terdaftar dan memiliki spanduk informasi dengan Harga Eceran Tertinggi (HET)”, ujarnya, Jumat (24/1).

Sesuai dengan Peraturan Menteri ESDM No 26 Tahun 2009 tentang penyaluran dan pendistribusian LPG, bahwa fungsi pengawasan Pertamina sebagai badan usaha yang ditunjuk untuk menyalurkan LPG bersubsidi  mulai dari Agen hingga Pangkalan.

Dengan demikian, dia menambahkan titik terakhir pendistribusian adalah di pangkalan, bukan di pengecer.

Sebagai informasi, pengecer tidak berada dalam pengawasan Pertamina, sehingga Pertamina tidak dapat memberikan sanksi ke pihak pengecer. Namun, berbeda jika ditemukan pangkalan yang melakukan kecurangan seperti menaikan harga Harga Eceran Tertinggi (HET), menjual ke industri, atau menjual ke pengecer dalam jumlah banyak.

“”Kami akan berikan sanksi dan paling tinggi sanksi yang diberikan adalah Pemutusan Hubungan Usaha (PHU),” tutur Anna.

Selain aturan mengenai lembaga penyalur, Peraturan presiden No104 tahun 2007 tentang penyediaan, pendistribusian, dan penetapan harga LPG 3 kg menyebutkan LPG 3 kg bersubsidi hanya diperuntukkan bagi rumah tangga miskin dan Usaha Mikro.

“Untuk usaha kecil, menengah dan atas serta masyarakat mampu dapat menggunakan LPG non subsidi yang saat ini telah tersedia di pasaran yaitu Bright Gas dengan ukuran 5,5 kg dan 12 kg,” ujarnya.

Pertamina MOR IV akan terus mengupayakan pemenuhan kebutuhan LPG di masyarakat khususnya menjelang Tahun Baru Imlek 2020 ini.

“Kami juga mengharapkan adanya kerja sama dari seluruh pihak baik Pemerintah Daerah, aparat keamanan serta masyarakat untuk bersama-sama mengawasi pendistribusian LPG 3 kg bersubsidi. Bila membutuhkan informasi lebih lanjut atau memberikan masukan dan saran dapat menghubungi kontak Pertamina 135,” tutur Anna. (rs)

* Artikel ini telah dibaca 10 kali.
Kampusnesia
Media berbasis teknologi internet yang dikelola oleh Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (STIKOM) Semarang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *