Home > HEADLINE > Panitia Siapkan Posko Penyambutan Peserta Munas & Konbes NU Di Bandara A Yani Dan Stasiun Tawang

Panitia Siapkan Posko Penyambutan Peserta Munas & Konbes NU Di Bandara A Yani Dan Stasiun Tawang

SEMARANG[Kampusnesia] – Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Tengah (PWNU Jateng) menyiapkakan dua posko untuk menyambut kedatangan peserta Musyawarah Nasionlal (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (Konbes NU).

Sekretaris Tanfidziyah PWNU Jateng yang jug Ketua Panitia Daerah Munas Alim Ulama dan Konbes NU, KH Hudallah Ridwan Naim Lc mengatakan dua buah posko itu ditempatkan di bandar udara internasional Jenderal  Ahmad Yani Semarang dan stasiun Kereta Api Tawang Semarang.

“Direncanakan peserta Munas dan Konbes NU dari daerah diluar Jateng, Jatim dan DIY akan hadir di arena  permusyawaratan tertinggi kedua setelah  muktamar ini yakni di pesantren Al Anwar Sarang Rembang melalui dua kota yakni Semarang dan Surabaya,” ujar Gus Huda panggilan akrab Hudallah Ridwan Naim di Semarang, Selasa (28/1)

Menurutnya, peserta yang datang melalui Semarang akan disambut panitia di Bandara  A Yani dan stasiun KA Tawang  Semarang. Selanjutnya untuk menuju ke lokasi kegiatan disediakan sarana transportasi darat.

Peserta yang datang lewat lewat Surabaya, lanjutnya , disambut panitia daerah yang dikoordinir PWNU Jatim. Terkait jadwal pengoperasian posko, panitia daerah Jateng  masih menunggu informasi jadwal kedatangan dan kepulangan peserta dari panitia pusat atau PBNU.

Dia menambahkan  kegiatan ini dijadwalkan akan berlangsung selama dua hari (18-19 Maret) mendatang, dan pesertanya utusan dari PBNU bersama lembaga dan badan otonom NU tingkat pusat, Pengurus Wilayan NU se-Indonedia, ulama, cendekiawan dan pengasuh pondok pesantren yang diundang PBNU.

Materi Munas dan Konbes, tutur Gus Huda, sebagian besar  tentang hal-hal yang terkait dengan materi yang akan dibahas dalam Muktamar ke-34 NU di Lampung akhir 2020  yang saat ini masih disiapkan panitia pusat.

Salah satu materi pembahasan di bidang organisasai adalah pengesahan kepengurusan NU di tingkat kecematan atau Majlis Wakil Cabang (MWC) yang semula menjadi ranah Pengurus Cabang (Kabupaten/Kota) ditarik ke wilayah (provinsi).

“Itu salah satu materi pembahasan di bidang keorganisasian yang saya dengar, selain itu masih ada yang lain terkait dengan materi Muktaamar,” ujarnya. (smh)

* Artikel ini telah dibaca 23 kali.
Kampusnesia
Media berbasis teknologi internet yang dikelola oleh Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (STIKOM) Semarang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *