Home > HEADLINE > Pemprov Jateng Dorong Kabupaten/Kota Raih Predikat KLA

Pemprov Jateng Dorong Kabupaten/Kota Raih Predikat KLA

SEMARANG[Kampusnesia] – Pemprov Jateng akan terus mendorong semua Kabupaten/Kota di wilayahnya untuk dapat meraih berpredikat sebagai Kota Layak Anak (KLA) dan tidak hanya berupa stempel.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengatakan pihaknya akan mendorong semua Kabupaten/Kota dapat meraih berpredikat sebagai Kota Layak Anak (KLA).

Menurutnya, daerah tidak boleh bangga hanya karena sudah memperoleh predikat KLA dan tidak hanya predikat berupa stempel.

“Predikat Kota Layak Anak itu jangan hanya stempel, tapi harus diseriusi. KLA tidak boleh hanya statemen dan regulasi, tapi benar-benar harus sampai pada tingkatan implementasi,” ujarnya saat menghadiri acara Rapat Koordinasi antara Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Jateng di MG Setos Semarang, Rabu (26/2).

Kota Layak Anak, lanjutnya, harus menjadi tempat anak-anak bisa merasakan kenyamanan. Mereka bisa bermain, belajar dan beraktifitas tanpa merasa was-was.

“Predikat layak anak itu harus betul-betul dapat dirasakan dalam suasana kebatinan anak-anak. Mereka bisa mengatakan yah inilah tempat saya, saya tidak pernah merasa was-was dan bisa beraktifitas dengan baik,” tuturnya.

Dia menuturkan semaraknya kasus perundungan, kekerasan terhadap anak dan lainnya, menjadi bukti bahwa predikat KLA tidak menjamin anak-anak bisa hidup dengan nyaman. Untuk menjamin daerah itu layak anak, harus dilakukan pengawasan serius.

“Pengawasan harus serius, perguruan tinggi harus dilibatkan, tokoh agama, tokoh masyarakat dan kelompok-kelompok peduli anak. Kejadian bullying di Purworejo menjadi momentum kita untuk melakukan evaluasi bersama dan menyeluruh,” ujarnya.

Pengawasan terhadap anak, dia menambahkan sampai saat ini dirasa belum optimal, sehingga perlu mengajak semua pihak khususnya yang peduli terhadap anak bahu-membahu melakukan pendampingan.

Kepala DP3AP2KB Jateng Retno Sudewi mengatakan di Jawa Tengah mayoritas daerahnya sudah berpredikat Kota Layak Anak. Dari 35 Kabupaten/Kota, hanya tiga daerah yang belum berpredikat KLA meliputi Purbalingga, Wonogiri dan Banjarnegara.

“Kami akan terus mendorong daerah-daerah itu agar segera berpredikat KLA. Selain itu, kami juga akan terus melakukan evaluasi agar KLA dapat menjamin semua anak bisa bahagia,” tuturnya.

Menurutnya, kekerasan terhadap perempuan dan anak di Jawa Tengah masih cukup tinggi. Selain implementasi program KLA, dalam waktu dekat pihaknya juga akan membentuk Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA). (rs)

* Artikel ini telah dibaca 7 kali.
Kampusnesia
Media berbasis teknologi internet yang dikelola oleh Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (STIKOM) Semarang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *