Home > HEADLINE > Ganjar Tutup Sementara Tempat Hiburan Dan Destinasi Wisata Di Jateng

Ganjar Tutup Sementara Tempat Hiburan Dan Destinasi Wisata Di Jateng

SEMARANG[Kampusnesia] – Gubernur Jateng Ganjar Pranowo memutuskan menutup tempat-tempat hiburan dan destinasi wisata di wilayahnys, setelah sebelumnya mengelaurkan Surat Edaran (SE) untuk meliburkan seluruh jenjang pendidikan.

Ganjar mengatakan dalam kasus COVID-19 ini yang pertama mesti diselamatkan adalah manusia dengan asumsi, jika manusia yang diselamatkan, perekonomian bisa dihidupkan. Tapi jika hanya perekonomian yang jadi fokus, semuanya akan mati.

“Kami putuskan semua tempat hiburan dan obyekwisata ditutup karena kemungkinan persebaran virus Corona di tempat-tempat itu sangat tinggi,” ujarnya setelah kembali menggelar rapat terbatas dengan jajarannya, Senin (16/3).

Menurutnya, untuk persoalan pajak, bakal melakukan koordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota, meski salah satu pendapatan asli daerah (PAD) berasal dari pajak tempat hiburan itu.

Selain tempat hiburan, lanjutnya, sektor yang telah ditutup adalah sebagian destinasi wisata. Sampai saat ini terdapat 40 destinasi wisata yang ditutup dan berada di 11 kabupaten/kota.

Dia menambahkan sejak awal merebaknya Virus Corona kunjungan pariwisata di Jateng terus menurun.

“Ini jauh lebih penting untuk mencegah dengan baik. Untuk wisatawan lokal tingkat kunjungannya turun mencapai 72,49% dan 88,46% penurunan untuk wisatawan asing,” tuturnya.

Sebelas kabupaten/kota itu, di antaranya, Kota Surakarta, Wonogiri, Sragen, Karanganyar, Kota dan Kabupaten Semarang. Selain juga destinasi di Kabupaten Magelang, Klaten dan Kabupaten Banyumas.

Karena sepinya tempat-tempat hiburan dan destinasi wisata itu, juga berdampak pada turunnya tingkat keterhunian atau okupansi hotel di sejumlah wilayah, sehingga banyak hotel yang minta dispensasi energi dan BBM.

“Mereka butuh bantuan listrik dan BBM. Energi ini kan cukup tinggi bagi mereka maka butuh keringanan. Sekarang tingkat hunian hotel turun 11,77% dan rata-rata menginap turun 0,6 % dari 1,36 ke 1,3%,” ujarnya. (rs)

* Artikel ini telah dibaca 6 kali.
Kampusnesia
Media berbasis teknologi internet yang dikelola oleh Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (STIKOM) Semarang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *