Home > HEADLINE > Rumah Dinas Hendi Dan Kadarlusman Siap Dijadikan Ruang Isolasi

Rumah Dinas Hendi Dan Kadarlusman Siap Dijadikan Ruang Isolasi

SEMARANG[Kampusnesia] – Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi dan Ketua DPRD Kota Semarang Kadarlusman menyiapkan rumah dinasnya untuk dijadikan ruang isolasi jika diperlukan, sebagai bentuk kepeduliannya terhadap kesehatan masyarakat atas penyebaran virus Corona atau Covid-19.

“Saya siapkan rumah Dinas Wali Kota di Manyaran menjadi ruang isolasi. Rumah dinas bisa didesain menjadi sekitar 120 ruang isolasi,” ujar Hendi panggilan akrab Hendrar Prihadi itu saat menerima sejumklah pengusaha, Ba;aiota Semarang, Senin (23/3).

Sejumlah pengusaha Kota Semarang yang hadir di antaranya Ketua Porinti Setiawan Santoso, Ketua Perpit Iwan Susanto, Ketua INTI Andi Gouw Siswanto, Ketua PSMTI Dewi Susilo dan lainnya.

Pembuatan ruang isolasi saat ini, lanjutnya, sedang dikerjakan dan diharapkan bisa difungsikan mulai 30 Maret mendatang.

Selain rumah dinas Wali Kota, juga menyiapkan Gedung Diklat di Sambiroto yang diperkirakan bisa untuk dijadikan 30 ruang isolasi.

“Jadi kami siapkan tambahan 150 ruang isolasi bagi warga yang memerlukan penanganan akibat terpapar virus Corona di Gedung Diklat Sambiroto,” tuturnya.

Sementara untuk tenaga medis di ruang isolasi Rumah Dinas Manyaran, Wali Kota telah berkoordinasi dengan RS Tentara, TNI, Polri dan instansi kesehatan.

“Pembuatan ruang isolasi sebagai antisipasi jika rumah sakit rujukan over capacity dalam menampung pasien Corona. Tambahan ruang isolasi sebagai antisipasi bila ada ledakan orang yang memerlukan penanganan khusus,” ujarnya.

Senada Ketua DPRD Kota Semarang Kadarlusman juga merelakan rumah dinasnya yang ada di Kecamatan Banyumanik, untuk dijadikan ruang isolasi darurat bagi pasien Corona.

Menurutnya, hal itu dilakukan untuk mendorong agar Dinas Kesehatan Kota Semarang  semakin rutin melakukan upaya pencegahan penularan virus Corona.

Selain melakukan penyemprotan cairan disenfektan di tempat umum, juga menyiapkan ruang perawatan bagi warga yang telah tertular.

“RSUD juga kami minta tak menolak pasien. Jika memang kekurangan tempat perawatan, silakan pakai rumah dinas Ketua DPRD Kota Semarang untuk jadi tempat perawatan atau ruang isolasi darurat,” tuturnya.

Karena ini kondisi genting, dia menambahkan diharapkan semua pihak bisa berperan aktif dalam pencegahan penularan virus Corona ini. Jika butuh bantuan tenaga medis atau anggaran tambahan, bisa dibicarakan bersama. (rs)

* Artikel ini telah dibaca 7 kali.
Kampusnesia
Media berbasis teknologi internet yang dikelola oleh Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (STIKOM) Semarang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *