Home > KABAR KAMPUS > EDUKASI KAMPUS > Siswa BLK Semarang Berhasil Membuat APD

Siswa BLK Semarang Berhasil Membuat APD

SEMARANG[Kampusnesia] – Minimnya Alat Pelindung Diri (APD) tidak membuat warga Jateng berpangku tangan. Setelah RSUD Moewardi Solo berhasil berinovasi membuat APD sendiri, kini giliran siswa-siswa Balai Latihan Kerja (BLK) Kota Semarang yang melakukan hal serupa.

Bertempat di BLK Kota Semarang, Jl Slamet Riyadi Kota Semarang, puluhan siswa BLK disibukkan membuat APD baru. Berbekal ilmu yang didapat, mereka setiap hari kini berjibaku untuk menjahit APD berbahan baku Polypropylene Spundbound.

Mendengar kabar tersebut, Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo langsung tertarik melihat proses pembuatan itu. Sayang, saat Ganjar tiba di lokasi, para siswa sudah pulang ke rumah masing-masing karena istirahat.

“Ini yang buat siswa-siswi yang ikut pelatihan kami. Ini sudah pada pulang pak, nanti sore baru datang lagi,” ujar Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Semarang, Sutrisno, Jumat (27/3).

Setiap hari, lanjutnya, para siswa yang terdiri dari ibu-ibu dan remaja itu membuat,sSejak dua hari melakukan proses pembuatan hingga berhasil memproduksi sebanyak 244 APD.

“Setelah selesai, nanti APD ini disterilkan terlebih dahulu. Setelah proses sterilisasi selesai, baru kami kemas dan kami serahkan ke Dinkes Kota Semarang,” tuturnya.

Menurutnya,setiap hari terdapat 20 siswa yang mengerjakan proses pembuatan APD itu. Mengoptimalkan 20 mesin jahit yang ada, para siswa itu berusaha semaksimal mungkin untuk membuat APD sebanyak-banyaknya.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengapresiasi langkah BLK Semarang yang peduli dan mau mendukung pemerintah dalam upaya pemenuhan sarana prasarana penanggulangan virus Corona. Apalagi APD merupakan bahan yang sulit ditemukan saat ini.

“Ini bagus. Anak-anak yang kursus di BLK ini mendedikasikan ikut membantu pemerintah dalam upaya penanganan Corona. Inovasi dan kreasi seperti ini yang patut kita apresiasi,” ujar Ganjar.

Dia menambahkan di tengah sulitnya mencari APD, pemerintah tidak boleh hanya diam menunggu. Harus ada kreasi dan inovasi agar bisa tetap survive.

“Gerakan untuk survival semacam inilah yang harus kita dorong terus menerus. Saya terimakasih kepada Pemkot Semarang yang telah memberikan contoh bagus kepada semua daerah,” tuturnya. (rs)

* Artikel ini telah dibaca 10 kali.
Kampusnesia
Media berbasis teknologi internet yang dikelola oleh Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (STIKOM) Semarang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *