Home > EKONOMI & BISNIS > Hasil RUPS Sidomuncul Setujui Bagikan Dividen Rp729,33 Miliar

Hasil RUPS Sidomuncul Setujui Bagikan Dividen Rp729,33 Miliar

SEMARANG[Kampusnesia] – Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk berkode SIDO yang berlangsung Rabu (8/4), sepakat akan membagikan dividen pemegang saham sebesar Rp 729,33 miliar atau Rp 49 per lembar saham dengan rasio payout sebesar 90% atas laba bersih 2019.

Selain itu, RUPS juga menyetujui laporan tahunan dan pengesahan laporan keuangan Perseroan untuk tahun buku 2019 dan penunjukkan Akuntan Publik Independen untuk tahun buku yang akan berakhir pada 31 Desember 2020 terdiri Ibu Ratnawati Setiadi dari Kantor Akuntan Publik Purwantono, Sungkoro, & Surja (Ernst & Young Indonesia)

Dirut Sido Muncul David Hidayat mengatakan RUPS juga menyetujui penetapan penggunaan laba bersih tahun buku yang berakhir 31 Desember 2019 melalui pembagian dividen kepada pemegang saham sebesar Rp 729,33 miliar atau Rp 49 per lembar saham.

Menurutnya, pembagian dividen sebesar itu dengan rincian Rp 22 per lembar atau Rp327,46 miliar telah didistribusikan sebagai dividen interim pada 20 Nov 2019, sedangkan sisanya Rp 27 per lembar atau Rp401,88 miliar akan didistribusikan pada 5 Mei mendatang, detail jadwal pembagian dividen tunai dapat dilihat di publikasi hasil RUPST

Persetujuan lain dalam RPUS, tutur David, penetapan gaji dan tunjangan bagi anggota Dewan Komisaris, serta pemberian wewenang kepada Dewan Komisaris untuk menetapkan gaji dan tunjangan kepada Direksi.

David menuturkan selama ini manejemen telah melakukan upaya meningkatkan penjualan baik lokal maupun ekspor. Selaras dengan adanya peningkatan kapasitas produksi jamu herbal likuid/ Tolak Angin dan sejenisnya.

Kinerja PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk sepanjang 2019 juga menunjukkan peningkatan, yang berhasil mengangkat laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk menjadi Rp807,69 miliar hingga akhir tahun lalu.

Berdasarkan laporan keuangan SIDO, laba bersih perusahaan melejit 21,67% dibandingkan dengan 2018 yang sebesar Rp 663,85 miliar.

Kenaikan laba bersih SIDO ditopang oleh penjualan yang juga tumbuh 11,23% selama 2019 lalu hingga mampu mencatat  penjualan Sido Muncul naik menjadi Rp3,07 triliun pada 2019 dari tahun sebelumnya hanya Rp 2,76 triliun.

Efisiensi pun berhasil dilakukan Sido karena beban pokok penjualan hanya tumbuh 3,7%  menjadi Rp1,38 triliun, membuat laba bruto bergerak naik 18,3% menjadi Rp1,68 triliun.

Sementara itu, beban-beban lainnya juga tidak naik signifikan sehingga mampu mengangkat laba usaha SIDO menjadi Rp1,02 triliun dari Rp824,33 miliar.

Beban lain-lain memang terlihat naik menjadi Rp 6,95 miliar dari Rp 564 juta. Namun dapat diimbangi dengan beban umum dan administrasi SIDO hingga mampu ditekan hingga 5,7% yoy, dari sebelumnya  Rp202,7 miliar menjadi Rp191,69 miliar.

Hingga saat ini penjualan SIDO tercatat 67% masih dikontribusikan dari penjualan jamu herbal dan suplemen atau setara Rp2,06 triliun. Selain itu, Rp886,23 miliar berasal dari penjualan makanan dan minuman dan Rp117,24 miliar dari penjualan farmasi.

Seperti diketahui total aset SIDO hingga akhir 2019 naik 5,7% dari Rp 3,34 triliun menjadi Rp 3,53 triliun. Sementara total liabilitasnya juga naik 8,5%  menjadi Rp 472,19 miliar dan total ekuitasnya naik 5,5% menjadi Rp 3,06 triliun. (rs)

* Artikel ini telah dibaca 1,140 kali.
Kampusnesia
Media berbasis teknologi internet yang dikelola oleh Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (STIKOM) Semarang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *