Home > HEADLINE > Rois Syuriuah NU Jateng Sampaikan Taushiyah Dalam Doa Bersama NU Se-Dunia

Rois Syuriuah NU Jateng Sampaikan Taushiyah Dalam Doa Bersama NU Se-Dunia

SEMARANG[Kampusnesia] – Rois syuriyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah KH Ubaidullah Shodaqoh menyampaikan taushiyah dalam acara Doa Bersama dan Pertaubatan Global yang  diikuti nahdliyyin di seluruh dunia melalui online.

Acara bertajuk “Bersatu Melawan Corona”  ini  berlangsung  Kamis (9/4) malam dan dipandu sekjen PBNU Dr H  Helmi Faisal Zaini dari kantor sekretariat PBNU Jl Kramat Raya 164 Jakarta.

“Biasanya kalau NU beristighotsah warga berkumpul dalam satu majlis. Namun dengan adanya kebijakan untuk menghindari kerumunan saat tanggap darurat Corona istighotsah kita gelar secara online dan bisa diikuti dari berbagai penjuru dunia,” ujar Helmi.

Menurutnya, justru dengan cara ini meski tidak kumpul dalam satu tempat, peserta yang mengikuti acara ini bisa datang dari mana-mana, warga NU yang tersebar di 22 negara    mengikuti secara serentak melalui online.

Doa bersama dan istighotsah, lanjutnya, dipimpin Rais Aam yuriyah PBNU KH Miftahul Akhyar   dari Surabaya. Sebelumnya Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj dan Wakil Presiden RI KH Ma’ruf Amin menyampaikan sambutan masing-masing dari tempat tinggalnya di Ciganjur dan Istana Wapres.

Gus Ubaid menyampaikan taushiyah dari Kantor PWNU Jateng, Jl dr Cipto 180, Semarang setelah beberapa kiai menyampaikan taushiyah di antaranya KH Ali Masyhuri (PWNU Jatim di Surabaya), KH Nadhir Husen (PCINU Australia & New Zaeland), KH Ma’ruf Amin (Wapres/Mustasyar PBNU di Istana Wapres ) dan KH Mustofa Aqil Siradj (Rais Syuriyah PBNU di Cirebon Jabar)

“Warga NU Jateng siap bekerja sama dengan Pemerintah dalam upaya menghentikan penyebaran Corona melalui berbagai cara,” tutur Gus Ubaid.

Menurutnya, PWNU  dalam menghadapi virus Covid -19 yang kian meluas ini segenap pengurus NU mengajak kepada nahdliyin untuk memahami bahwa ini semua adalah musibah dan ujian dari Allah SWT.

Virus Corona, lanjutnya, adalah makhluk ciptaan Allah SWT, penyebarannya di tengah-tengah kehidupan umat manusia seperti sekarang ini adalah kehendak-Nya, pereujufan kasih sayang  sekaligus teguran dari Allah yang mengingatkan bahwa kekuasaan, kemampuan, dan kehebatan manusia itu sangat terbatas dan tidak ada apa-apanya.

Dia menambahkan selama ini mungkin semuanya lupa dan merasa bahwa seolah dengan kemampuan dan kekuasan yang dikuasainya  bisa memenuhi segala -galanya, sehingga makin menjauh dan lari dari Allah.

Karena itulah, tutur Gus Ubaid, kini saatnya harus sadar, melalui momentum kegiatan bersama para kiai NU mengetuk pintu langit dan bermunajat kepada Allah SWT untuk meminta pertolongan-Nya.

“Karena dengan kadrat dan iradat-Nya, Allah mampu menghidupkan dan membinasakan mahkuknya. Corona adalah makhluk ciptaan Allah, marilah wabah yang mengganggu kita ini kita mintakan kepada Allah SWT agar segera disirnakan,” ujarnya.

Dia menuturkan rasa berbaik sangka atau selalu berhusnudzan kepada-Nya harus selalu dipertahankan, jangan bergeser sedikitpun. Saatnyalah sekarang ini semua merintih minta tolong kepada Allah SWT.

“Mungkin saat menghadapi musibah kita kurang merintih, rintihan kita yang merdu, semoga didengar oleh Allah, dan pertolongan-Nya segera diturunkan ke bumi,” tuturnya. (smh)

* Artikel ini telah dibaca 14 kali.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *