Home > HEADLINE > Pemprov Jateng Terima Bantuan APD Dari Influencer Tirta Mandira Hudi

Pemprov Jateng Terima Bantuan APD Dari Influencer Tirta Mandira Hudi

SEMARANG[Kampusnesia] – Pemprov Jateng menerima bantuan alat pelindung diri (APD) dari influencer Tirta Mandira Hudi atau akrab disapa dr Tirta dan timnya. Bantuan diberikan untuk membantu Jateng dalam menangani Covid-19.

Bantuan ini diberikan secara simbolis oleh dr Tirta kepada Gubernur Jateng Ganjar Pranowo di Wisma Perdamaian, Kota Semarang, Jumat (17/4).

Dr Tirta menuturkan bantuan yang diberikan ke Pemprov Jateng berupa berupa hazmat sekitar 800 unit, masker N95 15 boks, surgical mask 2 karton, dan kacamata google 100 buah dan lainnya.

“Bantuan akan langsung kami drop untuk Pemprov Jateng,” ujar dr Tirta.

dr Tirta juga menunjukkan langsung hazmat yang diberikan itu sudah sesuai standar WHO. Hazmat jenis ini merupakan APD yang sering dipakai tim medis sehingga aman saat melakukan penanganan pasien Covid-19.

Selain itu, SMKN 1 Cluwak Kabupaten Pati juga memberikan bantuan berupa 1000 potong masker kain.  Tidak hanya itu, PT Argo Manunggal juga memberikan bantuan berupa 22.000 potong masker kain, dan 8000 masker.

Ganjar mengapresiasi pemberian bantuan dari masyarakat tersebut. Bantuan itu akan disalurkan kepada pihak yang membutuhkan, terutama para tenaga medis, mengingat pentingnya peran mereka dalam menangani pasien Covid-19.

Karena itu, tutur Ganjar, agar masyarakat jujur saat menjalani pemeriksaan.

“Ketidakjujuran ini bisa membawa petaka kepada siapapun. Kalau jantungnya, benteng terakhirnya, mereka masih bisa ketularan, maka itu sesuatu yang serius,” tuturnya.

Dia menyinggung itu karena terdata puluhan tenaga kesehatan RSUP dr Kariadi Semarang sudah berstatus positif Covid-19. Saat ini mereka menjalani isolasi di Hotel Kesambi milik Pemprov Jateng.

Dengan demikian, lanjutnya, pihaknya sudah berkomunikasi dengan Direktur RSUP dr Kariadi Semarang untuk mereview sesuai SOP dan protokol agar segera  ditetapkan, serta harus lebih disiplin dalam menjalankan tugasnya.

Dia menuturkan di hari ke-25 keliling tiap pagi, untuk memantau dan mengingatkan masyarakat. Bahkan hasilnya masih ditemukan kerumunan seperti di pasar yang masih ramai, serta tempat seperti kafe juga banyak yang nongkrong.

“Mulai malam nanti saya peringatkan agar yang nongkrong di kafe, di rumah saja. Enggak usah nongkrong. Bawa pulang saja di rumah,” ujarnya. (rs)

* Artikel ini telah dibaca 25 kali.
Kampusnesia
Media berbasis teknologi internet yang dikelola oleh Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (STIKOM) Semarang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *