Home > HEADLINE > Kabupaten Di Jateng Mulai Salurkan Sembako Untuk Warga Terdampak Covid-19

Kabupaten Di Jateng Mulai Salurkan Sembako Untuk Warga Terdampak Covid-19

SEMARANG[Kampusnesia] – Pemprov Jateng mendorong kabupaten/kota dan warga gotong-royong dalam menangani wabah Covid-19, termasuk ikut membantu warga terdampak Covid-19 dengan menyiapkan bantuan sembako.

Bahkan sejumlah Pemkab di Jateng sudah mulai merealisasikan pemberian bantuan sembako kepada warganya yang terdampak Covid-19, seperti yang dilakukan Pemkab Sragen dengan memberikan bantuan berupa sembako kepada warga terdampak Covid-19, terutama untuk mereka yang berstatus Orang Dalam Pengawasan (ODP) dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang melaksanakan isolasi mandiri.

Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati mengatakan pihaknya menyalurkan bantuan sembako kepada warga yang terdampak.  Pemkab Sragen menyadari akan kebutuhan pangan masyarakat yang harus terpenuhi selama penanganan Covid-19 ini. Jumlah bantuan sembako yang disiapkan mencapai puluhan ribu paket.

“Ada sebanyak 59.000 paket yang disiapkan untuk warga terdampak Covid-19,” ujar Yuni melalui sambungan telekomunikasi, Minggu (19/4).

Upaya itu juga dilakukan Pemkab Pekalongan dengan menyiapkan sekitar 73.000 paket sembako untuk masyarakat terdampak Covid-19.

Menurut Asip, bantuan paket sembako di antaranya diberikan untuk kalangan terdampak. Seperti penjual jajan di sekolah, penarik becak, sopir angkot, dan lainnya. Selain pemkab

Bupati Pekalongan Asip Kholbihi menuturkan ribuan paket sembako terdistribusi selama dua kali mulai April hungga Mei., bantuan juga dilakukan Gerakan ASN Berbagi, lembaga, CSR perusahaan dan juga Baznas.

Di wilayah pantura Jateng bagian timur, gerakan berbagi sembako juga dilakukan Pemkab Pati. Bupati Pati Haryanto selaku Ketua Tim Gugus Percepatan Penanganan Covid-19 setempat, menuturkan pihaknya terus membantu warga yang terdampak.

Banuan yang disalukan di antaranya berupa sembako sebanyak 100 paket dan 1.000 masker. “Wah berkali-kali. Besok Selasa (21/4) bagi lagi mulai para PKL, tukang becak, penyapu jalan, ojek, sopir angkot dan pelaku seni yang tidak bekerja,” tutur Haryanto. (rs)

* Artikel ini telah dibaca 19 kali.
Kampusnesia
Media berbasis teknologi internet yang dikelola oleh Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (STIKOM) Semarang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *