Home > HEADLINE > ASN Harus Berjuang Dan Memberikan Rasar Kemanusiaan

ASN Harus Berjuang Dan Memberikan Rasar Kemanusiaan

SEMARANG[Kampusnesia] – Gubernur Jateng Ganjar Pranowo meminta aparatur negeri sipil (ASN) berjuang keras dan memberikan rasa kemanusiaan yang adil dan beradab, di tengtah pendemi Covid-19 saat ini.

“Kita sedang dalam kondisi yang butuh berjuang keras. Butuh kesadaran dan pengorbanan memberikan tindakan kemanusiaan yang adil dan beradab,” ujarnya saat melantik sejumlah pejabat fungsional di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah di Gedung B lantai 2 Setda Provinsi Jawa Tengah, Kamis (23/4).

Sejumlah pejabat yang dilantik di antaranya Sudaryanto (Widyaiswara Ahli Utama pada BPSDMD), Sri Djumaini (Apoteker Ahli Utama RSUD Tugurejo), Maryam Fadilla (Dokter Ahli Utama RSJD Dr RM Soedjarwadi), Sudirman Mustafa (Widyaiswara Ahli Utama BPSDMD) dan Mulyati (Arsiparis Ahli Madya RSUD Dr Moewardi).

Selain itu, Wahyu Putri Ariani (Arsiparis Ahli Madya Dinas Kearsipan dan Perpustakaan), Effi Tirtakumalaningsih (Arsiparis Ahli Madya Dinas Kearsipan dan Perpustakaan), Agus Purnomo (Analis Kepegawaian Mahir Badan Kepegawaian Daerah), Hendi Kristiana dan Nur Anwar (Pengelola Produksi Perikanan Tangkap Ahli Muda Dinas Kelautan dan Perikanan).

Menurut Ganjar, pejabat yang baru dilantik penting untuk menunjukkan kemampuan fungsionalnya, untuk bersama-sama menghadapi Covid-19.

“Dunia kedokteran, kesehatan sedang ditantang. Jadi, kemampuan fungsional kali ini penting untuk ditunjukkan,” tuturnya.

Selain itu, lanjutnya, pihaknya juga akan mendorong ASN untuk terus membantu masyarakat yang terdampak Covid-19. Bahkan, mewarning tak perlu kaget jika nanti THR dipotong untuk kepentingan melawan Corona.

“Bantulah mereka yang membutuhkan. Lihat tetangga kita kanan dan kiri, siapa yang membutuhkan bantuan. Siap-siap THR dipotong,” ujarnya.

ASN diharapkan mampu menjadi promotor kesejukan dan saling membantu.

“Momentum ini saya sampaikan. ASN ikut menjadi promotor kesejukan. Apalagi jelang puasa, yang menjadi momentum refleksi diri. Corona telah mengajari kita untuk bersaudara, hidup bersih dan saling tolong-menolong,” tuturnya. (rs)

* Artikel ini telah dibaca 20 kali.
Kampusnesia
Media berbasis teknologi internet yang dikelola oleh Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (STIKOM) Semarang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *