Home > HEADLINE > Pahala Umat Islam Berkecukupan Tidak Mudik Sama Dengan Orang Berjihad

Pahala Umat Islam Berkecukupan Tidak Mudik Sama Dengan Orang Berjihad

JAKARTA[Kampusnesia] – Umat Islam yang berkecukupan atau mampu melakukan mudik namun mengurungkannya di saat Pandemi Corona-19 pahalanya sederajat dengan orang yang sedang melakukan jihad kemanusiaan.

Wakil Ketua Umum Majlis Ulama Indonesia (MUI) Pusat KH Zainut Tauhid Sa’adi mengatakan  pahalanya orang jihad, ternasuk orang yang mampu namun tidak melakukan mudik akan mendapat pahala yang tidak terhitung besarnya.

“Demi menjaga kemaslahatan umum sebaiknnya umat Islam yang saat ini berada di kawasan zona merah sebaiknya memang tidak perlu melakukan mudik atau pulang kampung,” ujar kyai Zainut di Jakarta, Kamis (23/4).

Menurutnya, orang yang tinggal di zona merah dan melakukan mudik di saat pandemi Covid-19, sangat berbahaya. Selain membayakan diri sendiri juga membahayakan orang lain.

Semua pihak, lanjutnya, idealnya juga memiliki kesadaran bersama terhadap bahaya ancaman wabah Covid-19, dan memiliki tanggung jawab untuk mencegah penyebarannya. Karena  masalah ini tidak boleh hanya dibebankan kepada pemerintah semata, tetapi juga menjadi tanggung jawab bersama seluruh bangsa.

Dia menambahkan masyarakat hendaknya mentaati imbauan pemerintah untuk tidak mudik ke kampung halaman dimusim pandemi Covid-19.

Semua itu, tutur kyai Zainut, untuk kebaikan bersama, baik untuk diri sendiri maupun untuk keselamatan keluarga dan orang lain, apalagi Jakarta sudah dinyatakan oleh Pemda DKI sebagai zona merah, artinya seluruh orang yang berada di wilayah DKI Jakarta masuk katagori ODP (Orang Dalam Pemantauan).

Dengan demkian, lanjutnya, pergerakannya harus diawasi agar dapat memutus mata rantai penyebaran wabah Covid-19. Demikian pula dengan daerah yang berkategori sama.

“Mudik ke kampung halaman berpotensi dapat mempercepat proses penyebaran Covid-19, karena ada pergerakan manusia dari zona merah ke zona hijau, sehingga bisa membahayakan keselamatan jiwa masyarakat,” tuturnya.

Dia mengutip hadist Nabi Muhammad saw yang memberikan nasihat kepada kita; “Jika kalian mendengar wabah melanda suatu negeri. Maka, jangan kalian memasukinya. Dan jika kalian berada di daerah itu janganlah kalian keluar untuk lari darinya.” (HR. Bukhari & Muslim)

Hendaknya semua pihak memiliki kesadaran bersama terhadap bahaya ancaman wabah Covid- 19, dan memiliki tanggung jawab untuk mencegah penyebarannya. Masalah ini tidak boleh hanya dibebankan kepada pemerintah semata, tetapi juga menjadi tanggung jawab bersama.

Nabi memberikan kabar gembira bagi orang-orang yang mau bersabar dan tetap berada di tempat tinggalnya dengan balasan syahid kepadanya.

“Maka, tidaklah seorang hamba yang dilanda wabah lalu dia menetap dikampungnya dengan penuh kesabaran dan mengetahui bahwa tidak akan menimpanya kecuali apa yang Allah SWT tetapkan, baginya pahala orang yang mati syahid sebagaimana tercatat dalam hadits,” ujarnya.  (smh)

* Artikel ini telah dibaca 25 kali.
Kampusnesia
Media berbasis teknologi internet yang dikelola oleh Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (STIKOM) Semarang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *