Home > HEADLINE > Hendi Tinjau Dapur Umum Pada Hari Kedua Penerapan PKM Kota Semarang

Hendi Tinjau Dapur Umum Pada Hari Kedua Penerapan PKM Kota Semarang

SEMARANG[Kampusnesia] – Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mulai mengunjungi sejumlah dapar umum di hari kedua penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM) di wilayahnya, sebagai upaya menekan penularan wabah Covid-19.

Mejelang sore dia menyempatkan diri untuk berkunjung ke lokasi dapur umum di RT 8, RW 4, Kelurahan Bringin, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang, Selasa (28/4) sore.

Hendrar Prihadi yang akrab dipanggil Hendi itu mengapresiasi kreatifitas masyarakat dalam mengelola Lumbung Kelurahan, dengan mendirikan dapur umum.

“Ini titik dapur umum ketiga yang saya saksikan langsung, pertama di Lempongsari, kemudian di Jomblang, hari ini di Bringin,” ujar Hendi.

Menurutnya, niatannya sangat luar biasa, membuat dapur umum untuk meringankan tetangga, yang kemudian konsep – konsep seperti ini sangat diperlukan di tengah pandemi Covid-19.

Hendi mengunjungi dapur umum dengan memberiian bantuan 50 paket sembako untuk menambah stok lumbung kelurahan di lokasi tersebut.

Dia berpesan kepada masyarakat untuk dapat tertib menaati Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM) yang sedang diberlakukan di Kota Semarang.

“Harapan saya panjenengan bisa mengikuti Peraturan Wali Kota Semarang tentang Pembatasan Kegiatan masyarakat. Semoga cukup 28 hari dan setelah itu Kota Semarang bisa normal dan bisa kita buka kembali,” tuturnya.

Sementara itu, Korlap Dapur Umum RT 8 RW 4 Bringin, Choirul Awaludin menuturkan bantuan yang diberikan oleh pemerintah maupun swadaya tidak dibagikan secara langsung kepada masyarakat, namun diolah dulu di dapur umum, agar kemudian semua mendapatkan secara merata.

“Selain itu juga karena ini bulan puasa, kalau masing – masing harus masak dulu juga kerepotan. Dengan begini semua tinggal menerima santapan untuk buka dan sahur setiap harinya,” ujarr Awal

Dapaur umum itu mnelibatkan beberapa ibu rumah tangga dan suami-suaminya untuk memasak kenutuhan buka puasa dan saur secara gotongronying. Dapur umum menempati tenda berukuran 4 kali 6 meter.

Dengan tetap mentaati protokol kesehatan, masyarakat bergotong royong saling mencukupi kebutuhan sehari-hari, di tengah tekanan penyebaran Cobid-19 di Kota Semarang.

Semangat gotong royong masyarakat itulah yang menarik perhatian Hendi hingga menyempatkan diri untuk berkunjung ke lokasi dapur umum. (rs)

* Artikel ini telah dibaca 79 kali.
Kampusnesia
Media berbasis teknologi internet yang dikelola oleh Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (STIKOM) Semarang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *