Home > HEADLINE > Santri Darus Sa’adah Karantina Mandiri Sesuai Kebijakan PKM Kota Semarang

Santri Darus Sa’adah Karantina Mandiri Sesuai Kebijakan PKM Kota Semarang

SEMARANG[Kampusnesia] – Sejumlah santri Pondok Pesantren Darus Sa’adah melakukan karantina mandiri ketika Walikota Semarang mengambil kebijakan Pembatasan Kegiatan Masyarakat non Pembatadan Sosial Berskala Besar (PKM-PSBB).

Pengasuh pondok pesantren Darus Sa’adah Semarang KH Ahmad Muthohar As’ad mengatakan saat pemerintah mengambil kebijakan agar peserta didik belajar di rumah sehubungan dengan meluasnya wabah Corona pertengahan Maret lalu, seluruh santrinya disuruh mudik atau pulang kampung.

“Namun ada beberapa santri yang tetap bertahan tidak pulang karena ada beberapa hal yang harus diselesaikan seraya menanti kondisi pulih,” ujar kyai Muthohar di Semarang, Rabu (29/4).

Dari sebanyak 60 orang santri yang ada, lanjutnya, tujuh orang di antaranya yang tetap bertahan di pondok untuk mengkarantina diri itu, sekaligus melanjutkan ngaji posonan di bulan Ramadlan 1441 H yang saat ini masih berlangsung.

Dia menambahkan, meski mereka menjalani ibadah puasa tidak bersama keluarga pada saat Pandemi Covid-19,  mereka merasa tetap lebih aman, nyaman dan dapat meningkatkan konsentrasi belajarnya di pesantren seraya menjalani proses karantina mandiri.

Karena Semarang berstatus zona merah, tutur kyai Muthohar, pesantren yang berlokasi di Jalan Karang Ingas Raya 33 Tlogosari Kulon, Pedurungan Kota Semarang ini memberlakukan kontrol yang sangat ketat terhadap aktifitas mereka.

“Mereka tidak boleh keluar dari komplek pondok pesantren, aktifitasnya pun harus memenuhi standar protokol kesehatan dan keamanan yang digariskan pemerintah,” tuturnya.

Misalnya saat mengikuti pengajian posisinya harus memenuhi sandar phisical distance dan pada saat istirahat kembali ke kamar dengan tidak menciptakan kerumunan. (smh)

* Artikel ini telah dibaca 700 kali.
Kampusnesia
Media berbasis teknologi internet yang dikelola oleh Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (STIKOM) Semarang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *