Home > HEADLINE > Pemprov Jateng Terima Bantuan Alat Kesehatan Dari Notaris Dan PPAT

Pemprov Jateng Terima Bantuan Alat Kesehatan Dari Notaris Dan PPAT

SEMARANG[Kampusnesia] – Pemprov Jateng masih terus menerima bantuan dari berbagai pihak untuk penanganan wabah Covid-19 dan kali ini datang dari kalangan profesi yang memberikan bantuan alat kesehatan.

Pengurus Wilayah (Pengwil) Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah (IPPAT) Jawa Tengah dan Ikatan Notaris Indonesia (INI) Provinsi Jawa Tengah memberikan bantuan tidak hanya bantuan alat kesehatan, para notaris dan pejabat pembuat akta tanah itu juga memberikan bantuan sembako.

Wakil Ketua Pengwil IPPAT Jateng, Ahmad Nasir mengatakan selain alat kesehatan seperti alat pelindung diri (APD), masker, handsanitizer, disinfektak, sabun antiseptik dan sarung tangan, juga bantuan sembako.

Bantuan sembako itu berupa beras sebanyak 2,5 ton, minyak goreng 750 liter, gula pasir 750 kg dan mie telor 750 bungkus.

Meskipun tidak banyak, lanjutnya, namun bantuan itu diharapkan mampu membantu pemerintah dalam penanganan wabah Covid-19. Seluruh pengurus daerah IPPAT di 35 kabupaten/kota di Jateng juga sudah melakukan bakti sosial yang sama.

“Sebenarnya kami rutin menggelar bakti sosial, tidak hanya saat musibah. Biasanya saat Ramadhan, kami juga menggelar baksos Ramadhan. Tapi karena sekarang sedang wabah Covid-19, bantuan kami alihkan untuk membantu pemerintah dalam menanggulangi pandemi ini,” ujar, Kamis (30/4).

Sementara itu, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo yang menerima langsung bantuan mengucapkan banyak terimakasih dan semua bantuan dari masyarakat sangat membantu untuk percepatan penanganan Covid-19.

“Mewakili masyarakat Jateng, kami ucapkan terimakasih kepada seluruh kawan-kawan dari PPAT dan notaris ini. Bantuan ini sangat membantu, segera kami distribusikan kepada masyarakat,” tutur Ganjar.

Menurutnya, penanganan Covid-19 di Jateng masih terkendali, meskipun, gejolak di luar masalah kesehatan masih cukup besar.

“Banyak masyarakat yang di PHK, tidak sedikit perusahaan yang terdampak, sehingga terpaksa merumahkan karyawan. Ini semua harus kita pikirkan bersama-sama dengan cara gotong royong dan di Jateng berjalan bagus banyak yang membantu untuk menyelesaikan masalah ini bersama-sama,” ujarnya.

Dia juga mengajak semua masyarakat untuk sadar akan pentingnya mematuhi peraturan dan protokol kesehatan. Semua pihak termasuk IPPAT dan INI juga diminta aktif berpartisipasi dalam mengedukasi masyarakat.

“Peningkatan kasus Covid-19 di Jateng masih cukup tinggi, termasuk di Kota Semarang. Saya minta bantuan semua pihak termasuk IPPAT dan INI untuk ikut andil dalam gerakan preventif ini,” tuturnya. (rs)

* Artikel ini telah dibaca 33 kali.
Kampusnesia
Media berbasis teknologi internet yang dikelola oleh Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (STIKOM) Semarang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *