Home > HEADLINE > Santri Darul Mustofa Demak Jalani Skrining Sebelum Pulang Kampung

Santri Darul Mustofa Demak Jalani Skrining Sebelum Pulang Kampung

DEMAK[Kampusnesia] –  Pondok Pesantren Tahfidz Anak-anak Darul Musthofa Jogoloyo Wonosalam Demak menskrining santri-santrinya sebelum mudik atau pulang kampung ditengah suasana pandemi Covid-19.

Pengasuh Pondok Pesantren Tahfidz Anak-anak Darul Musthofa Wonosalam Demak KH Muslih Abdur Rohman mengatakan sejak adanya penetapan darurat Corona mereka memilih tetap belajar di pesantren atau tidak pulang untuk belajar di rumah.

“Keputusan itu merupakan kesepakatan para wali santri yang menginginkan anaknya agar tetap di pondok sekaligus menjalani karantina mandiri hingga memasuki bulan ramadlan 1441 H, sekaligus mengikuti program ngaji posonan di pondok,” ujar kyai Muslih di Demak , Selasa ( 5/5).

Menurutnya, saat ini agenda ngaji posonan hampir selesai dan para wali santri saat ini sedang siap-siap untuk menjemput anaknya untuk pulang kampung.

Sebelum pulang, lanjutnya, mereka mendapat pembekalan tentang cara menjalani hidup sehat di saat Pandemi Corona  dan menjalani skrining yang ditangani Divisi Skrining Satgas NU Peduli Covid-19 Demak.

Dia menambahkan santri yang diasuhnya sebanyak 91 orang, semuanya berusia anak-anak dan mengikuti program hafalan Al Qur’an. Dari sejumlah itu tercatat 6 di antaranya sudah pulang kampung ketika pemerintah menetapkan status darurat Corona, sedang  85 orang lainnya memilih dikarantina di pondok sambil mengikuti program ngaji posonan.

Selain diskrining, tutur kyai Muslih, mereka sebagian berasal dari berbagai daerah di luar Demak. Data hasil skrining ini akan dijadikan bahan dan bekal di perjalanan kalau ada pemeriksaan di jalan, sekaligus akan dijadikan bahan laporan kepada pihak terkait ketika sampai di kampung.

Dari 85 santri itu, 4 di antaranya akan berlebaran di pondok , wali santrinya sudah menyampaikan informasi, karena kendala teknis transportasi tidak mungkin untuk pulang kampung, mereka itu berasal dari Pangkalan Bun Kalimantan, Jakarta dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

Ketua Satgas NU Peduli Covid-19 Demak yang juga Direktur RSI NU Demak dr Abdul Aziz menuturkan dalam menjalankan agenda ini pihaknya berkoordinasi dengan Gugus Tugas dari Pemkab Demak.

“Kami berterima kasih kepada pengurus asosias  pondok pesantren NU Demak yang memediasi anggotanya untuk berkoordinasi dengan satgas dalam mengambil langkah terkait dengan upaya pencegahan wabah Corona, termasuk pesantren Darul Mustofa ini,” ujarnya.

Para santri itu, sesuai dengan protokol kesehatan ketika sampai di kampung halamannya akan langsung menjalani karantina selama 14 hari setelah melapor ke instansi kesehatan terdekat dengan tempat tinggalnya.

“Karena masih berusia anak-anak diharapkan mereka bisa menjalani karantina mandiri di rumah masing-masing di bawah pengawasan langsung wali santrinya,” tuturnya. (smh)

* Artikel ini telah dibaca 979 kali.
Kampusnesia
Media berbasis teknologi internet yang dikelola oleh Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (STIKOM) Semarang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *