Home > EKONOMI & BISNIS > Pengelola Hotel Semakin Kesulitan Penuhi Pembayaran THR Karyawan

Pengelola Hotel Semakin Kesulitan Penuhi Pembayaran THR Karyawan

SEMARANG[Kampusnesia] – Menjelang hari Raya Idul Fitri 2020 sejumlah perusahaan perhotelan dan restoran di Jateng mulai kesulitan untuk memenuhi pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) bagi karyawan yang dirumahkan, akibat mengalami kerugian pada masa pandemi Covid-19 saat ini.

Wakil Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jateng, Benk Mintosih mengatakan pengusaha hotel dan restoran kini mulai kesulitan, bahkan tidak mampu bayar THR karyawan yang dirumahkan, karena pengelola mengalami kerugian yang cukup besar, akibat terdampak Covid-19.

“Secara prosentase semua pengelola hotel mengalami kerugian mulai dari 70% hingga mencapai 90%, tingkat hunian pun hanya 8% saja. Saya sendiri sudah dirumahkan dua bulan, anggap saja cuti tanpa digaji hanya mengontrol operasional hotel dari rumah,” ujar Benk Mintosih, Kamis (24/5).

Dia menyebutkan saat ini omzet pengelola hotel kini tinggal 10% karena berpengaruh masa pandemi Covid-19 hingga pendapatan menurun dari kondisi normal. Ketidak mampuan membayar THR kepada karyawan untuk Lebaran kali ini lantaran dana perusahaan yang tidak berputar karena operasional yang terganggu mewabahnya Covid-19.

“Bagi pengelola hotel yang biasanya omzetnya kisaran Rp1,5 miliar hingga Rp3 miliar tergantung besar kecilnya kualitas hotelnya. Namun sekarang mereka hanya dapat penghasilan hanya 10%saja. Jumlah kerugiannya mencapai miliaran, realitas saja bisanya hanya menunda pembayaran THR,” tuturnya.

Pihaknya juga menyayangkan Pemerintah Daerah sampai saat ini tidak memberikan bantuan untuk kelangsungan operasional bisnis perhotelan.

“Kami berharap biaya listrik untuk hotel diberikan stimulus agar beban lebih ringan. Sebab satu sisi tidak ada omzet masih dituntut bayar pengeluaran gaji, BPJS dan lainnya,” ujarnya.

Menurutnya, pandemi virus Corona tidak da[at dihindari membuat sektor pariwisata terombang-ambing. Salah satu yang terkena dampak besar dari pandemi virus Corona adalah industri hotel. Bahkan tidak sedikit jumlah hotel yang terpaksa menutup operasionalnya akibat virus Corona.

“Jika masih ada yang buka dan bertahan. Mereka sudah menerapkan strateginya masing-masing,” tutur Benk Mintosih.

PHRI sendiri tidak memberikan imbauan apapun kepada hotel-hotel yang masih bertahan. (RS)

* Artikel ini telah dibaca 32 kali.
Kampusnesia
Media berbasis teknologi internet yang dikelola oleh Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (STIKOM) Semarang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *