Home > HEADLINE > Polda Jateng Akan Buru Pelaku Penyebar Berita Hoaks Di Dunia Maya

Polda Jateng Akan Buru Pelaku Penyebar Berita Hoaks Di Dunia Maya

SEMARANG[Kampusnesia] – Polda Jateng akan terus memburu pelaku penyebar berita hoaks (bohong) dan hate speech (ujaran kebencian) di dunia maya yang semakin meresahkan masyarakat.

Kapolda Jateng Brigjend Pol Ahmad Luthfi mengatakan selain memburu mereka itu. juga para penyebar fitnah, provokasi dan adu domba di dunia maya akan diburu hingga pelakunya tertangkap untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

“Setiap hari kami melakukan patroli cyber di dunia maya. Tindakan mereka memenuhi kategori tindak pidana maya yang akan ditangani secara khusus oleh unit cyber Dirkrimsus,” ujar Kapolda ketika bersilaturahmi dengan pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jateng di kantor kompleks Masjid Raya Baiturrahman, Jalan Pandanaran 126, Simpanglima Semarang, Kamis (14/5).

Menurutnya, tindakan mereka juga termasuk dalam kejahatan Informasi Teknologi (IT). Kalau warga masyarakat mendapati akun-akun di internet yang mengarah ujaran kebencian, fitnah, adu domba dan sebagainya, segera laporkan langsung ke Kepolisian.

Partisipasi aktif masyarakat, lanjutnya, sangat dibutuhkan dalam upaya memberantas hoaks, ujaran kebencian dan sejenisnya yang mengotori dunia maya. Laporan langsung disampaikan ke Polda yang memiliki instrumen lengkap untuk menindaklanjuti laporan itu, jangan laporan disampaikan ke Polsek.

Ahmad Luthfi semula menjabat Wakapolda Jateng dilantik menjadi Kapolda Jateng, Jumat (8/5) menggantikan Irjen Pol Rcko Amelza Dahniel yang menduduki jabatan Kepala Badan Intelejen Keamanan (Kabaintelkam) Polri.

Ketua Umum MUI Jateng Dr KH Ahmad Darodji MSi mengatakan tugas MUI dan Polri sama, yaitu menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Jalannya yang berbeda. MUI menjaga situasi aman dan tertib melalui fatwa, tausiah dan ajakan berbuat amar makruf nahyi munkar, sedang Polri melakukan fungsi yang sama melalui jalur yang berbeda,” tuturnya.

Dia menambahkan selama pandemi Covid-19, MUI Jateng mengeluarkan tausiah sebagai panduan masyrakat terutama menyangkut pelaksanaan ibadah puasa, misalnya tarawih, shalat Jumat, shalat id di rumah dan lain-lain.

Kapolda Ahmad Luthfi membenarkan tugas dan fungsi Polda dan MUI sama-sama menjaga keamanan dan ketertiban di masyarakat dengan cara yang berbeda.

Pihaknya siap mengamankan dan melakukan sosialiasi produk fatwa, tausiah atau anjuran MUI untuk disampaikan kepada masyarakat. Menurutnya, banyak persoalan di tengah warga yang bisa diselesaikan dengan modal ketokohan atau figur di masyarakat.

“Alim ulama termasuk figur tokoh yang menjadi acuan masyarakat,” ujar Kapolda. (smh)

 

* Artikel ini telah dibaca 74 kali.
Kampusnesia
Media berbasis teknologi internet yang dikelola oleh Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (STIKOM) Semarang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *