Home > HEADLINE > Wilayah Pantura Sayung Demak Kembali Terendam Rob Cukup Parah

Wilayah Pantura Sayung Demak Kembali Terendam Rob Cukup Parah

SEMARANG[Kampusnesia] – Bencana air pasang atau rob kembali melanda di beberapa wilayah di Kabupaten Demak, hingga ari rob itu menggenangi jalan raya dan pemukiman cukup parah.

Daerah paling terdampak rob di Kabupaten Demak meliputi Sayung. Di lokasi itu, air rob bahkan sampai masuk ke rumah dan menggenangi jalan raya sehingga menimbulkan kemacetan.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat dikonfirmasi mengatakan pihaknya selalu memantau perkembangan rob yang terjadi di Kabupaten Demak. Bahkan, dia sudah meminta Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) dan PSDA Jateng untuk kerja ekstra menanani masalah rob itu.

“Saya minta ke BBWS dan PSDA, mana yang bisa dipompa dan dimasukkan ke Sringin, maka harus dilakukan. Hari ini sudah dicek ke lapangan. Termasuk Perhubungan saya minta terjun agar semuanya terkendali dan tidak terjadi gangguan,” ujarnya, Kamis (14/5).

Dari laporan yang diterimanya, kondisi rob memang masih cukup tinggi. Hal itu disebabkan karena sejumlah proyek belum selesai pembangunannya.

Ganjar mencontohkan proyek tanggul raksasa di Pekalongan sudah hampir rampung, proyek normalisasi sungai, kolam retensi dan Polder di Kota Semarang juga sudah berjalan. Hal itu membuat kondisi dua daerah tersebut mulai terkendali.

“Itu proses lama, di Semarang saja butuh waktu lima tahun persiapan, dan hari ini mulai ada hasilnya,” tuturnya.

Kondisi rob Sayung, tutur Ganjar, memang cukup parah. Banyak warga yang marah-marah kepadanya karena memang kondisi seperti itu.

Hasil monitoring yang ada, kondisi rob memang naik mulai 10 Mei lalu. Hal itu terjadi karena daya tarik bulan tinggi sehingga air laut naik. Kondisi terparah terjadi mulai hari ini, 14-16 Mei, dan akan mulai surut pada  17 Mei mendatang.

“Sayung memang menjadi perhatian saya secara khusus. Hanya saya harus menjelaskan pada masyarakat, kami akan menyelesaikan itu dengan program Tol Laut. Tapi karena proyek itu belum selesai, saya minta masyarakat bersabar,” ujarnya.

Pihaknya juga akan memberikan tindakan darurat apabila masyarakat yang terdampak rob membutuhkan. Kebutuhan logistik dan makanan sudah siap apabila memang diperlukan.

“Saya menawarkan kalau memang butuh logistik, kami sudah siap. Tinggal pemerintah daerah mengajukan ke kami untuk kebutuhan itu,” tuturnya. (rs)

* Artikel ini telah dibaca 107 kali.
Kampusnesia
Media berbasis teknologi internet yang dikelola oleh Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (STIKOM) Semarang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *