Home > HEADLINE > MUI Jateng Anjurkan Umat Islam Shalat Idul Fitri Di Rumah

MUI Jateng Anjurkan Umat Islam Shalat Idul Fitri Di Rumah

                                                    Ketua MUI Jateng KH Ahmad Darodji

SEMARANG[Kampusnesia] – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Tengah mengeluarkan seruan kepada warga muslim untuk melakukan Shalat Idul Fitri di rumah, sebagai upaya untuk pemutusan rantai penyebaran Covid-19.

Ketua MUI Jateng KH Ahmad Darodji mengatakan untuk memutus rantai penyebaran Covid-19 maka warga dianjurkan melakukan shalat Id dan kutbah di rumah.

“Pendapat ulama (MUI)  bahwa Shalat Id bisa dilakukan di rumah, bisa sendiri bisa berjemaah bersama keluarganya,” ujar Darodjie, Jumat (15/5).

Menurutnya, untuk khatib di rumah masing-masing bisa dilakukan oleh bapak, suami, atau anak laki-laki dewasa. Mereka bisa bergantian, atau satu orang merangkap imam sekaligus khatib shalat Id.

Pilihan terbaik, lanjutnya, dalam kondisi saat ini adalah shalat Id di rumah. Bila shalat tetap dilakukan di masjid atau di lapangan, maka perilaku untuk tidak berdekatan safnya dan tidak bersalaman akan sulit dilakukan. Belum lagi, jika ada pendatang atau pemudik ikut shalat.

MUI, tutur Darodji, telah mengeluarkan tuntunan tata cara Shalat Id dan kutbahnya, sehingga masyarakat tidak perlu bingung untuk melakukannya di rumah masing-masing.  Bagi orang yang tidak biasa menjadi imam dan kutbah, MUI memberikan tuntunan seperti yang bertindak jadi imam bisa melakukan takbir tujuh kali, membaca Surat Alfatihah dilanjut Surat Al Ikhlas di rakaat pertama dan pada rakaat kedua, imam membaca takbir lima kali, Surat Alfatihah dan Surat Annas.

Kaitannya dengan materi khutbah, MUI juga telah mengeluarkan contoh teks yang bisa mereka baca. Dengan durasinya sekitar 7 menit sehingga mudah dibacakan siapapun.

Pihaknya juga menyinggung halal bihalal bisa dilakukan tanpa harus bertemu. Masyarakat bisa memanfaatkan aplikasi Zoom, telepon, SMS, WhatsApp dan sejenisnya.

“Kalau halal bihalal silakan karena itu tidak terikat waktunya, tidak terikat dengan ibadah. Jadi monggo kita pakai itu boleh. Sekarang ada jalan keluarnya mau telepon silakan, mau SMS silakan, mau WA silakan, mau Instagram silakan, mau pakai Zoom silakan untuk halal bihalal,” tutur Darodji. (rs)

* Artikel ini telah dibaca 44 kali.
Kampusnesia
Media berbasis teknologi internet yang dikelola oleh Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (STIKOM) Semarang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *