Home > EKONOMI & BISNIS > Ganjar Instruksikan Bupati/Walikota Menutup Mall Dan Pasar

Ganjar Instruksikan Bupati/Walikota Menutup Mall Dan Pasar

SEMARANG[Kampusnesia] – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menginstruksikan kepada seluruh bupati dan walikota untuk menutup mall, supermarket ataupun pasar, jika pengelola tidak bisa melakukan pengontrolan ketat terhadap pengunjung hingga hingga mengakibatkan terjadi kasus cukup besar karena keteledoran di Pasar Kobong Semarang.

Menurut Ganjar, terjadi lonjakan keramaian di berbagai tempat dalam tiga hari terakhir, khususnya di tempat perbelanjaan, hingga memerintahkan agar bupati dan walikota di wilayahnya untuk segera bertindak dengan melakukan pengetatan penerapan protokol kesehatan.

“Untuk bupati dan walikota se-Jawa Tengah, agar rasa-rasanya dalam dua hari ini akan ada banyak kerumunan orang belanja ketati saja,” ujarnya, Jumat (22/5).

Bahkan jika masih terdapat kerumunan karena susah diatur, baik pengelola maupun warganya, agar bupati maupun walikota tidak segan melakukan penutupan.

Menurutnya, saat ini situasinya sudah semakin membahayakan, terlebih di pusat-pusat keramaian.

“Saya minta yang tidak bisa melakukan pengontrolan ketat pada mereka yang hendak belanja di pasar, mall, supermarket, lebih baik tutup saja. Karena ini kondisinya sudah kritis. Banyak orang datang berbelanja karena sudah terima THR, banyak uang cash jadi ini sangat berbahaya,” tuturnya.

Dia mencontohkan, di Kota Semarang terjadi lonjakan kasus secara signifikan akibat masyarakat masih nekad berkunjung ke pasar, mall maupun supermarket. Salah satu kejadiannya berada di Pasar Kobong.

“Karena kita terjadi peningkatan, kemarin di Semarang di pasar Kobong ada 26 positif dan ternyata dari Demak, sehingga OTG nya banyak. Karena ini kondisinya sudah kritis,” ujar Ganjar.

Selain penutupan mall dan pasar, lanjutnya, juga meminta agar para pemimpin daerah kompak menginstruksikan warganya untuk menjalankan salat Idul Fitri di rumah.

“Saya berharap semua mengajak yuk salat id di rumah. Lagipula Majelis Ulama Indonesia (MUI) sudah memberikan guidennya. Sehingga kita akan lebih tenang,” tuturnya. (rs)

* Artikel ini telah dibaca 103 kali.
Kampusnesia
Media berbasis teknologi internet yang dikelola oleh Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (STIKOM) Semarang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *