Home > HEADLINE > NU Jateng Siapkan Lumbung Nusantara Antisipasi Krisis Pangan

NU Jateng Siapkan Lumbung Nusantara Antisipasi Krisis Pangan

Ketua Pengurus Wilayah  Lembaga Amil Zakat Infak dan Shodaqoh Nahdlatul Ulama (Lazisnu) Jateng, Muhammad Mahsun

SEMARANG[Kampusnesia] – Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah menyiapkan Lumbung Pangan Nusantara untuk mengantisipasi kemungkinan kondisi terburuk  dengan semakin melemahnya perekonomian masyarakat ditengah pandemi Covif-19, sehingga tidak mampu memenuhi kebutuhan pangan.

Ketua Pengurus Wilayah  Lembaga Amil Zakat Infak dan Shodaqoh Nahdlatul Ulama (Lazisnu) Jateng, Muhammad Mahsun mengatakan lumbung pangan itu didirikan di tiap cabang (Kabupten/kota), tugas utamanya memobilisasi potensi masyarakat untuk menyiapkan pengadaan bahan-bahan pangan yang akan dibagikan ke masyarakat jika terjadi krisis pangan.

“Lazisnu sebagai perangkat NU yang diberi amanat untuk memberdayakan potensi zakat, infak dan shodaqoh nahdliyyin ditunjuk PWNU Jateng untuk melakukan berbagai ikhtiar bersama warga yang berkecukupan untuk mengantisipasi problem sosial jika sampai terjadi krisis pangan,” ujar Mahsun di Semarang , Jum’at (22/5).

Menurutnya, saat ini di kabupaten/kota di Jateng telah menyiapkan gudang untuk menampung bahan -bahan pangan, bahkan ada yang sudah memperluas jangakaunnya dengan menyiapkan gudang penampungan di beberapa kecamatan.

Dipakainya nama nusantara, lanjutnya, karena komuditas pangan yang ditampung tidak hanya beras saja, tetapi berbagai komuditas bahan pangan hasil bumi dari berbagai kawasan maupun pabrikan yang akan didonasikan melalui Lazisnu.

Dia menambahkan saat ini sudah banyak pihak baik dari perorangan, dunia usaha maupun lembaga donor yang menyatakan kesiapannya untuk mendonasikan bantuannya kepada Lazisnu Jateng untuk memenuhi gudang lumbung pangan nusantara di berbagai wilayah di Jateng.

Saat ini juga,tutur Mahsun, pemerintah memang sedang menggencarkan program bantuan paket sembako untuk warga terdampak Covid -19 ditengah kampanye pencegahan Corona.

Rasanya pemerintah akan kedodoran mengatasi problem pangan, jika gelombang warga terdampak Covid -19 terus berjatuhan seiring dengan melemahnya perekonomian sebagaimana disebutkan bahwa pertumbuhan ekonomi berada di titik nol persen.

“Karena itulah,dibutuhkan jaring pengaman pangan yang berbasis gerakan partisipasi masyarakat. Lumbung Pangan Nusantara ini hadir sebagai respon atas kondisi itu,” tuturnya. (smh)

* Artikel ini telah dibaca 7 kali.
Kampusnesia
Media berbasis teknologi internet yang dikelola oleh Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (STIKOM) Semarang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *