Home > HEADLINE > Diduga Aspal, Ribuan Calon Siswa Mulai Cabut Berkas SKD

Diduga Aspal, Ribuan Calon Siswa Mulai Cabut Berkas SKD

SEMARANG[Kampusnesia] – Banyak orang tua siswa yang berbondong-bondong mulai mencabut Surat Keterangan Domisili (SKD) saat pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) jenjang SMA/SMK  berlangsung, setelah sebelumnya Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengamcam akan menyeret pemalsu SKD ke ranah hukum.

Hal itu diketahui Ganjar saat sidak proses penerimaan PPDB di Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jateng, Rabu (24/6).

Dari laporan panitia, hingga hari ini ada 1.007 pendaftar yang menggunakan SKD dan mereka mencabut berkasnya.

“Sampai hari ini sudah banyak yang mencabut berkas SKD. Sementara ada 1.007 pendaftar yang menggunakan SKD dan mencabut berkas untuk mendaftar kembali dengan data yang benar,” ujar Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jateng, Jumeri.

Ganjar bahkan sempat menelpon salah satu orang tua siswa yang mencabut berkas SKD itu. Kepada Ganjar, orang tua calon siswa berinisial S membenarkan bahwa SKD yang digunakan adalah palsu.

“Anak saya ingin sekolah di SMAN 2 Pati pak, sementara rumah saya jauh. Saya ditangisi anak, jadi bingung. Anak saya coba pakai jalur prestasi, tapi kegeser. Akhirnya saya berusaha mencari itu (SKD),” tutur S kepada Ganjar.

Menurutnya, untuk memperoleh SKD itu, dia meminta tolong kepala desa di sekitar sekolah yang akan dituju. Kebetulan, kepala desa tersebut masih saudara dengan S.

“Masih saudara, jadi gampang pak. Gratis lagi,” ujarnya.

Namun S akhirnya sadar bahwa apa yang dilakukannya itu salah. Setelah diperingatkan oleh panitia PPDB sekolah dan membaca berita, dia memutuskan untuk mencabut berkas SKD anaknya.

“Saya cabut karena takut pak, selain itu memang sudah diingatkan pihak panitia. Saya juga menyadari, bahwa saya salah, jadi saya cabut,” tuturnya.

Bukannya memarahi, Ganjar justru mengucapkan terimakasih kepada S yang mau sadar dan jujur untuk mencabut berkas SKD-nya dan diharapkan  S tetap mendukung proses belajar anaknya dengan penuh kejujuran.

“Maturnuwun panjenengan jujur (terimakasih anda sudah jujur), njenengan mbantu luar biasa. Salam buat ananda ya,” ujar Ganjar.

Ganjar mengatakan ada banyak temuan saat dilakukan sidak ke kantor Disdikbud Jateng hari ini, di antaranya terkait sertifikat lomba, zonasi dan SKD.

“Ternyata setelah pak Kepala Dinas membuat statemen dan saya juga, kami upload alhamdulillah ada mulai kesadaran orang tua siswa menarik SKD. Bahwa hipotesis kami yang menduga ada banyak pemalsuan SKD ada benarnya, bahwa mereka mengada-ada. Buktinya sekarang banyak yang mencabut,” tutur Ganjar.

Ganjar mengucapkan terimakasih. Mereka dengan sadar menyatakan bahwa SKD yang digunakan Aspal, asli tapi palsu karena waktu dan periodenya tidak benar.

“Terimakasih yang sudah mencabut, tapi yang belum saya peringatkan. Ujungnya kalau tidak sesuai tetap kami coret, kasihan yang lain,” ujarnya.

Dia juga memerintahkan seluruh Kepala Sekolah di Jateng untuk melakukan klarifikasi dan verifikasi data. Kalau ada yang tidak benar, pihaknya meminta tidak ragu untuk mencoret.

“Mari kita edukasi anak-anak kita ini untuk jujur. Kami masih memberi kesempatan untuk mencabut dan mendaftar kembali, tapi jangan gunakan SKD yang datanya tidak benar,” tuturnya. (rs)

* Artikel ini telah dibaca 9 kali.
Kampusnesia
Media berbasis teknologi internet yang dikelola oleh Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (STIKOM) Semarang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *