Home > EDITOR'S CHOICE > Kuliah ilmu Komunikasi Itu Menyenangkan

Kuliah ilmu Komunikasi Itu Menyenangkan

                                                                            Oleh: Suryanto

Tahun ajaran pendidikan 2019/2020 sudah usai, dan para lulusan SLTA (SMA/SMK) mulai menentukan pilihan mereka, apakah akan memasuki dunia kerja, atau akan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, hingga tidak mengherankan jika mereka akan berbondong-bondong ke sejumlah perguruan tinggi pilihannya.

Bagi mereka ada yang ingin memasuki ke jenjang perguruan tinggi swasta, sebagian juga ada yang sudah di terima di berbagai perguruan  tinggi negeri (TN). Namun juga masih banyak yang sampai sekarang belum mendapatkan tempat pilihan untuk kuliah di perguruan tinggi, bahkan tidak sedikit yang sampai saat ini masih kebingungan memilih program studi apa yang akan menjadi pilihaannya ketika masuk di perguruan  tinggi. Sebab penentuan satu kali ini berpengaruh kepada masa depan mereka.

Sewaktu penulis masih berstatus sebagai anak SMA, sebagian besar teman-teman  memilih jurusan kuliah yang sepertinya “umum”, seperti Teknik Sipil, Teknik Informatika, Akuntansi, dan Manajemen, Hukum. Jurusan-jurusan itulah yang memang masih menjadi favorit. Namun, tidak jurang juga ada teman yang merasa “salah jurusan” karena tidak sesuai dengan minat dan kemampuan mereka. Ada yang dipaksa orang tua untuk masuk jurusan tertentu, atau pun juga sekedar karena ikut-ikutan teman.

Nah, dari sekian banyak pilihan program studi (Prodi) yang membingungkan itu, saya memberanikan diri masuk sebagai pendatang baru dalam dunia perguruan tinggi, dengan memilih program studi Ilmu Komunikasi. Setelah saya telusuri ternyata prodi Ilmu Komunikasi masuk dalam ranah pendidikan di bidang Ilmu Sosial.

Pertanyaan yang palaing membuat saya penasaran adalah; Apa sih ilmu Komunikasi itu ?. Komunikasi kan tiap hari dilakukan, ngapain toh mesti belajar lagi?. Pertanyaan itulah yang terlontar dari orang tua, teman dan juga guru-guru ketika SMA dahulu. Awalnya saya juga tidak begitu paham mengenai Ilmu Komunikasi, tetapi setelah menjadi mahasiswa Komunikasi selama dua semester,  pengalaman mengajari saya bahwa terjun ke dalam Ilmu Komunikasi tidak kalah serunya dengan bidang ilmu lainnya.

Lalu, apa sih Komunikasi itu ?. Komunikasi pada dasarnya adalah upaya manusia untuk mencapai mutual understanding atau pemahaman bersama. Bisa dibayangkan apabila tidak ada komunikasi, pastinya semua pihak akan bertindak seturut kehendaknya sendiri. Keunikan dari Komunikasi itu sendiri adalah bisa menyebabkan konflik, tetapi penyelesaian konflik itu sendiri harus dengan adanya komunikasi.

Dalam perkuliahan semester awal di Program Studi Ilmu Komunikasi, kita akan belajar dahulu mengenai dasar-dasar ilmu sosial lainnya. Ada ilmu filsafat, psikologi, ekonomi, sosiologi, politik, dan juga belajar mengenai bagaimana melakukan penelitian. Setelah mantap (apabila lulus) maka kita dibawa lebih jauh menyelami dunia komunikasi dengan belajar Teori Komunikasi yang sungguh menyenangkan. Ketika belajar Teori Komunikasi kita akan mengetahui bahwa realitas yang terjadi di keseharian ternyata unik. Ada media yang berlomba- lomba menciptakan informasi, membagi dan menyebarluaskan informasi kepada manusia yang lain. Dan ternyata setiap manusia akan memiliki gaya komunikasi sendiri-sendiri, sesuai dengan berbagai hal yang melingkupi diri pribadinya adalah sebuah system lingkungan sosialnya.

Tak hanya belajar mengenai teori, kita juga akan belajar mengenai Psikologi dalam komunikasi dan juga akan sering terjun ke lapangan. Sebagai ilmu sosial, masyarakat adalah pokok pembahasan utama. Melakukan riset mengenai fenomena sosial, mengupas kaum marjinal dari sudut pandang yang berbeda akan menjadi hari-hari kuliah yang menyenangkan.

Belajar komunikasi juga belajar mengenai kompetensi antar budaya. Bagaimana mengelola konflik yang terjadi dengan pendekatan budaya, dan masih banyak lagi. Jadi, ketika kuliah di Jurusan Komunikasi, sudah tentu pasti harus menjadi peka terhadap lingkungan sosial sekitar. Tidak malu untuk bertanya, berani berbicara di depan umum, mampu menulis dengan baik, dan mampu membangun relasi yang baik dengan sesama.

Lalu, bagaimanakah dengan pekerjaan dari bidang Ilmu Komunikasi?. Komunikasi merupakan ilmu yang baru berkembang. Jika dipaparkan, bidang ilmu komunikasi mulai berkembang seiring dengan munculnya mesin cetak pertama yang membawa perubahan dalam dunia komunikasi massa. Sebagai seorang Ilmu Komunikasi, pasti kesehariannya tak pernah lepas dari Media. Entah itu media cetak, elektronik, ataupun media online yang lagi boming saat ini. Semuanya itu menjadi bagian dari Komunikasi.

Selain itu, juga diajarkan tentang ilmu politik, komunikasi politik. Mahasiswa diajarkan magaimana menganalisis berbagai peristiwa politik yang terjadi secara riil, melihat berbagai fenomena kekuasaan, mulai dari bagaimana cara memperoleh kekuasaan, menjalankan dan mempertahankan di tengah hiruk-pikuk realitas politik yang sedang berkembang. Berbagai peristiwa politik yang dianalisis tidak saja di lingkup lokal, tetapi juga di wilayah nasional dan internasional.

Lulusan dari Komunikasi dapat bekerja dalam bidang kewartawanan. Menjadi jurnalis, reporter televisi, penulis, redaktur, dan banyak hal lainnya. Selain itu, peminatan dari Komunikasi sendiri bisa membawa seseorang kepada karier menjadi Public Relations, Advertiser yang dikaji dalam komunikasi pemasaran dan periklanan, serta seorang pengkritisi media.

Peluang kerja dalam bidang Ilmu Komunikasi semakin luas. Tidak hanya melahirkan dosen, kameraman, wartawan, dan lainnya, tetapi lulusan komunikasi masih banyak dibutuhkan di dunia kerja, di berbagai departemen, baik di lembaga pemerintahan maupun swasta/perusahaan.

Bahkan sekarang dengan perkembangan dunia teknologi komunikasi, peluang kerja program studi ilmu komunikasi semakin bertambah luas. Para lulusan prodi komunikasi bukan hanya  bisa bekerja di bidang komunikasi seperti tersebut di atas, akan tetapi di berbagai instansi juga membutuhkan para ahli atau lulusan dari bidang komunikasi. Seperti di dunia perbankan, dunia usaha/bisnis, dan lainnya juga membutuhkan orang-orang yang berlatarbelakang ilmu komuniasi. Itu artinya kesempatan bagi para sarjana komunikasi masuk di bursa kerja bidang non komunikasi semakin  terbuka luas.

Sebagai seorang mahasiswa Ilmu Komunikasi, tentunya adalah suatu kebanggan karena memilih jurusan ini bukan karena kesalahan, tetapi karena cita-cita yang teguh. Jangan pernah takut untuk mencoba, tetapi bijaklah dalam menentukan keputusan. Sebuah keputusan hari ini akan sangat menentukan di masa depan dalam kehidupan seseorang.

Suryanto, S.Sos, M.Si Dosen Mata Kuliah Komunikasi Politik STIKOM Semarang
* Artikel ini telah dibaca 15 kali.
Kampusnesia
Media berbasis teknologi internet yang dikelola oleh Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (STIKOM) Semarang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *