Home > HEADLINE > Pemkot Semarang Luncurkan Pengembangan Desa Wisata Nongkosawit

Pemkot Semarang Luncurkan Pengembangan Desa Wisata Nongkosawit

SEMARANG[Kampusnesia] – Pemkot Semarang melaunching pengembangan Desa Wisata Nongkosawit yang berlokasi di Kelurahan Nongkosawit, Kecamatan Gunungpati, sebagai upaya mengangkat kearifan lokal untuk menjadi destinasi wisata unggulan di Kota Semarang.

Peluncuran Desa Wsata itu, dilakukan secara virtual oleh Wali kota Semarang yang diwakili Kepala Disbudpar Kota Semarang Indriyasari, Selasa (3/6)

Indriyasari mengatakan Desa Wisata Nongkosawit menyediakan berbagai konsep wisata menarik di antaranya Curug Mahtukung, pemandangan sawah terasering, River tubing Kali Jedung (irigasi peninggalan Belanda), Hash – olahraga lintas alam dari kawasan Omah Pang menuju Curug Mahtukung.

Selain itu, lanjutnya, juga dilengkapi wisata edukasi penanaman padi, tarian Kunthulan, permainan Tubruk Ikan, dan Omah Pang (rumah panggung dari bahan pang/ dahan pohon/ tanaman) dan Pasar Tradisional/ pasar kaget yang mengangkat potensi kuliner lokal seperti Nasi Tedhun dan Wedang Rojo berbahan empon-empon lokal.

“Dengan berbagai keunggulan yang sudah ada, Saya rasa pengembangan desa wisata Nongkosawit ini, Insyaa Allah akan menjadikannya sebagai salah satu destinasi pariwisata unggulan di Kota Semarang,” ujar Iin pamnggilan akrab Indriyasari.

Menurunya, pengembangan yang dilakukan di antaranya dengan mengembangkan ‘omah pang’ menjadi pasar tradisional, yang dilengkapi souvenir dan juga kuliner khas kelurahan Nongkosawit.

Tidak hanya itu saja, tutur Iin, berbagai perbaikan sarana dan infrastruktur seperti jalan dan tangga menuju Curug Mahtukung juga telah dilakukan hingga diharapkan wisata alam di desa wisata Nongkosawit akan semakin banyak yang mengunjungi.

Dia menambahkan jika selama pandemi Covid-19 ini, protokol kesehatan tetap akan diterapkan bagi pengunjung desa wisata Nongkosawit. Pengunjung wajib mamakai masker, pengecekan suhu tubuh, menyediakan hand sanitizer dan tempat cuci tangan.

Terlebih baru saja Kota Semarang mendapat penghargaan terkait konsep tatanan normal baru di lima sektor, salah satunya Kota Semarang meraih juara pertama untuk sektor wisata klaster kota.

“Ini artinya Kota Semarang telah bersiap memasuki tatanan kehidupan normal baru. Dengan demikian, penerapan protokol kesehatan di sektor pariwisata menjadi satu hal yang wajib agar roda perekonomian tetap bisa berputar di tengah pandemi Covid-19,” tutur Iin. (rs)

* Artikel ini telah dibaca 5 kali.
Kampusnesia
Media berbasis teknologi internet yang dikelola oleh Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (STIKOM) Semarang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *