Home > HEADLINE > Sarjana NU Demak Turun Ke Desa Atasi Warga Terdampak Covid-19

Sarjana NU Demak Turun Ke Desa Atasi Warga Terdampak Covid-19

                                 Ketua ISNU Kabupaten Demak Muhammad Ali Maskun SH

DEMAK[Kampusnesia] – Sebagian besar wilayah pedesaan di Demak dinyatakan zona merah dalam masa pandemi Covid- 19 oleh gugus tugas Covid-19 Pemda Demak. Bahkan Sarjana NU siap ikuit turun ke lapangan mengadvokasi warga terdampak wabah ini.

Ketua Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Kabupaten Demak Muhammad Ali Maskun SH mengatakan pandemi Covid-19 yang belum bisa diketahui kapan berakhirnya itu, saat ini dampaknya telah menembus wilayah pedesaan. Para sarjana NU harus tampil mengadvokasi masyarakat agar terhindar dari ancaman wabah itu.

“Mayoritas sarjana NU di Demak berdomisi di wilayah pedesaan,  sarjana NU yang tinggal di pedesaan kami dorong untuk cepat bergerak untuk memutus mata rantai Covid-19 itu  melalui berbagai cara,” ujar Ali Maskun di Demak, Kamis  (25/6).

Menurutnya, dalam masa pandemi Covid-19, oleh pemegang otoritas wilayah Demak ditetapkan sebagai zona merah, sehingga perlu perhatian yang khusus agar tidak ada lagi korban yang jatuh akibat pandemi.

Bentuk perhatian itu, lanjutnya, adalah para sarjana NU untuk mempelopori realisasi protokol kesehatan di tengah – tengah kehidupan masyarakat seperti menghindari kerumunan, menjaga jarak, selalu mencuci tangan dan memakai masker.

Dia menambahkan selain mencegah penyebaran wabah Corona, para sarjana NU di Demak  juga didorong untuk berperan menanggulangi dampak kebijakan penanganan Covid-19, sehingga dapat meminimalisir munculnya dampak sosial.

Saat ini, tutur Maskun, Pemerintah Desa mendapat berbagai tugas dari Pemerintah Pusat untuk melaksanakan program – program sosial terkait dengan dampak penanganan Covid- 19 termasuk di antaranya jaring pengaman sosial yang sasarannya mengacu pada basis kependudukan yang ada.

Dia menuturkan basis data itu seringkali kurang valid sehingga berpotensi memunculkan gejolak, ini harus diantisipasi jangan sampai terjadi. Untuk menghindarinya sebenarnya mudah, jika ada data yang tidak valid cukup dibenarkan selesai.

“Disinilah sarjana NU di desa berperan. ISNU Demak dalam rakor awal pekan ini memutuskan agar anggota  ISNU di desa-desa membantu menyusun data base masyarakat terdampak yang akan dijadikan dasar untuk menyalurkan bantuan pemerintah,” tuturnya. (smh)

* Artikel ini telah dibaca 140 kali.
Kampusnesia
Media berbasis teknologi internet yang dikelola oleh Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (STIKOM) Semarang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *