Home > EKONOMI & BISNIS > AGRIBISNIS > Pandemi Covid-19 Tak Goyahkan Sektor Pertanian

Pandemi Covid-19 Tak Goyahkan Sektor Pertanian

KOPENG[Kampusnesia] – Pengembangan berbagai sektor pertanian di era new normal harus diperkuat, sebagai upaya untuk kembali mendorong laju pertumbuhan perekonomian di Indonesia dan bisa tetap terjaga, di tengah pandemi Covid-19.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan pengembangan pertanian di era new normal harus diperkuat, untuk mendorong laju pertumbuhan perekonomian di Indonesia di tengah pandemi Covid-19 yang belum dapat diketahui kapan berakhir.

“Dengan pengelolaan lahan pertanian yang baik akan menumbuhkan nilai ekonomi yang sangat bermanfaat bagi masyarakat. Misalnya hasil ekspornya meningkat, sehingga masyarakat dari Sabang sampai Merauke, termasuk Jateng jangan sampai tidak bisa makan karena Covid-19,” ujarnya saat mengunjungi  lokasi panen sayur organik di kawasan sayur Organik Merbabu, Kopeng, Kabupaten Semarang, Sabtu (27/6).

Yasin memuji Kabupaten Semarang melalui pengembangan kawasan Sayur Organik Merbabu mampu menjawab tantangan ekonomi masyarakat setempat, karena dengan lahan hanya seluas 10 hektare yang dikelola petani muda mampu mengantongi hasil senilai Rp300 juta per bulan.

“Lahan seluas itu dikelola 25 petani milenial dan mereka rata-rata usia muda dibawah umur 30 tahun. Hasil bagus, patut dicontoh, karean mampu memberikan penghasilannya kurang lebih Rp10 juta per orang per bulan,” tuturnya.

Budidaya sayuran organik Merbabu di Kopeng ini dengan mengembangkan berbagai jenis tanaman. Bahkan hasil panen sudah dilirik kalangan  buyer asing.

Hingga saat ini luas lahan pertanian di wilayah Kabupaten Semarang mencapai 25.000 hektare atau hanya 3% kurang dari luas lahan di Jawa Tengah.

“Harga sayuran yang dihasilkan Merbabu Kopneg cukup menggembirakan hingga mencapai Rp100.000 per kilogram, bisa dipasarkan secara lokal, dan saat ini mulai merambah melalui pasar online. Bahkan sayur jenis buncis sudah diekspor,” ujar Yasin.

Selain sayuran, lanjutnya, juga tersedia buah-buahan seperti alpukat dan durian yang telah sertifikat. Petani juga membudidayakan bunga seperti krisan dan ada juga tanaman lain seperti empon-empon dan jahe,” tuturnya.

Yasin menuturkan Provinsi Jawa Tengah harus menjadi lokomotif nasional dalam memerangi virus Corona, karena dengan pandemi Covid-19 ini kondisi semua negara di dunia berubah.

“Jadi semua negara diuji dengan kemampuan negara dan bangsa. Apakah suatu negara bisa menang atau kalah. Satu-satunya yang tidak bisa dikalahkan sumber pertanian yang tidak kena dampak Covid-19,” ujarnya.

Menurutnya, lahan pertanian sepanjang diolah dengan optimal, tidak pernah mengenal terdampak krisis. Bahkan, sektor pertanian merupakan penyangga utama ekonomi nasional ketika tengah dihantam krisis monoter pada 1998.

“Pertanian sudah teruji mengalahkan krisis. Krisis 1998, sektor pertanian yang menyangga Indonesia,” tuturnya. (rs)

* Artikel ini telah dibaca 5 kali.
Kampusnesia
Media berbasis teknologi internet yang dikelola oleh Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (STIKOM) Semarang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *