Home > HEADLINE > Webinar Internasional STIE Semarang Raih Penghargaan Rekor MURI

Webinar Internasional STIE Semarang Raih Penghargaan Rekor MURI

SEMARANG[Kampusnesia] – Webinar Internasional tentang kebangkitan koperasi di era tatanan hidup baru yang digelar Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Semarang meraih penghargaan rekor dari Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) dengan peserta terbanyak capai 4.446 peserta

Penyerahan piagam penghargaan  MURI ini dilakukan di kampus, Jalan Menoreh Utara, Sampangan Semarang, Selasa (28/7), oleh Senior Manager MURI Sri Widayati dan diterima Ketua STIE Semarang Dr ST Sunarto MS.

Webinar International  bertajuk The revival of cooperatives new normal in commemoration of the 73 rd year of national cooperatives day itu, tidak tanggung-tanggung menghadirkan sejumlah nara sumber akademisi, pelaku bisnis, dan dari DPR-RI.

Hadir sebagai pembicara pengusaha Sandiaga Uno,  Mr Nico dari Rajamangala Univ of Tech Krungthep Thailand, Kamrussamad  Founder KAHMI Preneur Commission Member XI DPR RI, Vikram Singh Waraich dari Kurukshetra University Haryana India dan dimoderatori dosen STIE Semarang, Cahyani Tunggal SE MA MM.

Dr ST Sunarto mengatakan seminar internasional online ini intinya mengenai kebangkitan koperasi dan juga terkait dengan peringatan Hari Koperasi ke-73.

“Kami peduli dengan perkoperasian di Tanah Air. Apalagi, dahulu cikal bakal kami adalah dari Akademi Koperasi, hingga 2000 kami berubah menjadi STIE Semarang,’’ ujarnya.

Menurutnya,kondisi koperasi saat ini membutuhkan perhatian dari semua pihak, mengingat tidak sedikit koperasi yang mengalami kondisi kurang dan tidak sehat, sehingga lewat seminar internasional ini diharapkan bisa dilakukan sharing dengan pakar koperasi luar negeri, pengusaha dan dunia usaha, serta akademisi, yang diharapkan koperasi bisa bangkit kembali.

“Kegiatan ini meripakan momen tepat untuk membangkitkan koperasi. Kami satu-satunya kampus yang berbasis koperasi di Kopertis Wilayah VI (Jateng). Maka, koperasi menjadi nilai unggulan kami,’’ tuturnya.

Ketua Panitia Zulkifli menuturkan dengan raihan MURI ini, STIE Semarang bangga, dan diharapkan menjadi salah satu jujukan sebagai perguruan tinggi dalam perkoperasian.  Seminar internasional ini gratis dan peserta mendapatkan sertifikat.

“Penghargaan ini sekaligus sebagai tantangan dan kebanggaan, dan sebagai momentum STIE Semarang untuk membangkitkan kembali koperasi,’’ ujarnya.

Kamrussamad salah satu nara sumber mengatakan kondisi koperasi di sejumlah negara bisa menjadi rujukan untuk perkoperasian Indonesia. Misalnya di Jepang dan Finlandia. Di Finlandia, bahkan 84% penduduknya adalah anggota koperasi, di negara itu koperasi memberi sumbangan pendapatan ekonomi 10% pada Gross National Product (GNP). (rs)

* Artikel ini telah dibaca 36 kali.
Kampusnesia
Media berbasis teknologi internet yang dikelola oleh Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (STIKOM) Semarang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *