Home > EKONOMI & BISNIS > Kampung Siaga Candi Hebat Semarang Mampu Gerakkan Ekonomi Rakyat

Kampung Siaga Candi Hebat Semarang Mampu Gerakkan Ekonomi Rakyat

SEMARANG[Kampusnesia] – Progam Kampung Siaga Candi Hebat yang diluncurkan di Kota Semarang dirasakan mampu menjadi jurus ampuh dalam upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19, sekaligus meningkatkan ketahanan ekonomi sosial warga.

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengatakan dengan konsep swadaya dan gotong royong yang mendasari berdirinya kampung siaga, diharapkan bisa diadopsi oleh kampung-kampung lain di wilayah Kota Semarang.

Menurutnya, dengan kesadaran dan keguyuban warga melakukan sejumlah upaya pencegahan penyebaran Covid-19. Mulai dari pengecekan suhu tubuh, penyediaan ruang isolasi, pembagian sembako, bahan pangan, serta vitamin bagi warga merupakan jurus ampuh dalam pencegahan penularan wabah Covid-19.

Bahkan, lanjutnya, setiap hari warga mendapat sejumlah bahan pangan bergizi yang diharapkan mampu meningkatkan imunitas, seperti susu, kacang hijau, jahe, buah, sayur, dan lauk. Tak hanya itu, warga setempat juga berdaya mandiri secara ekonomi, dengan mengembangkan peternakan bebek, ikan air tawar, hingga peyek

“Ini harus terus dikawal tidak sebatas acara seremonial, dan perlu diikuti oleh wilayah lain, sehingga terbangun daya tahan baik fisik maupun aktivitas ekonomi masyarakat,” ujar Hendi panggilan akrab Hendrar Prihadi itu saat meresmikan Kampung Siaga Candi Hebat, di Kelurahan Polaman, Mijen, Selasa (28/7) lalu.

Pemkot Semarang, di menambahkan akan terus mendukung keberadaan kampung-kampung Saga Candi Hebat. Bentuk dukungan tersebut, diwujudkan dengan memberikan bantuan, berupa stimulus sesuai kebutuhan warga masyarakat, seperti bibit tanaman, bibit ikan.

“Tidak hanya itu saja, berbagai kebutuhan pencegahan Covid-19, seperti hand sanitizer, disinfektan dan lainnya juga terus dilakukan Pemerintah Kota Semarang. Diharapkan, pandemi Covid ini dapat tetap menumbuhkan daya tahan secara jasmani dan aktivitas ekonomi warga,” tuturnya.

Hendi juga meminta partisipasi aktif dari masyarakat untuk memerangi kasus Covid-19 ini. Meski angka kesembuhan Covid-19 di Kota Semarang terbilang tinggi, namun warga untuk terus menjaga imunitas dan upaya pencegahan secara serius.

Pada kesemptan yang sama, Hendi juga melakukan panen raya budidaya ikan nila di Kelurahan Polaman.

Menurutnya, memanfaatkan lingkungan perkotaan untuk budidaya ikan, jadi salah satu hal yang perlu untuk ditumbuhkembangkan. Apalagi konsumsi makan ikan di Indonesia baru sebesar 33,3 kilogram per kapita pertahun.

“Angka itu juga masih tergolong sangat rendah, jika dibandingkan negara lain. Maka konsumsi ikan harus kita dorong, karena dapat mengatasi stunting, serta meningkatkan kecerdasan,” ujarnya.

Meskipun pemanfaatan pesisir untuk budidaya ikan menjadi salah satu yang harus didorong, namun budidaya ikan tawar di wilayah perkotaan justu menjadi fokus utama. Sebagai contoh di Mijen yang notabene jauh dari laut, justru dapat menghasilkan ikan nila dan ikan tawar lainnya. Di Pedurungan juga seperti itu, ada budidaya ikan lele yang sangat produktif untuk ekonomi kerakyatan. Maka dilihat dari sisi ekonomi, urban fishing juga dapat dimanfaatkan jadi salah satu solusi di masa pandemi Covid-19.

“Warga tidak perlu pergi jauh untuk mendapatkan ikan, bisa untuk konsumsi keluarga, atau bahkan dijual ke tetangga dan kerabat, sehingga dapat meningkatkan ekonomi keluarga. Kegiatan semacam ini pasti akan kita dukung. Jika terus dilakukan harapannya ekonomi dapat terus tumbuh dengan baik. PR-nya adalah bagaimana meningkatkan produksi ikan sebanyak-banyaknya, sebagai komoditas ekonomi yang seluruh lapisan warga kota Semarang dapat menikmatinya,” tuturnya.

Dalam kegiatan yang diadakan oleh Kelompok Budidaya Ikan (Pokdakan) Mina Barokah itu, tak lupa Hendi mengingatkan masyarakat untuk tertib terhadap SOP kesehatan.

“Jika kita tertular dan tidak diobati bisa berbahaya, maka harus paham bagaimana caranya agar tidak terpapar Covid-19 dengan cara work from home, sekolah daring, agar tidak berkerumun dan terjadi penyebaran. Untuk itu pakai masker, cuci tangan, dan jaga jarak mutlak dilakukan,” ujarnya. (rs)

* Artikel ini telah dibaca 7 kali.
Kampusnesia
Media berbasis teknologi internet yang dikelola oleh Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (STIKOM) Semarang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *