Home > HEADLINE > Pemkot Semarang Akan Berikan Kuota Internet Gratis Bagi Siswa Dan Guru

Pemkot Semarang Akan Berikan Kuota Internet Gratis Bagi Siswa Dan Guru

SEMARANG[Kampusnesia] – Pemkot Semarang siap mengeluarkan kebijakan untuk memberikan kuota internet gratis, bagi peserta didik TK, SD, SMP di wilayahnya, sebagai upaya untuk membantu siswa yang saat ini mengalami kendala dalam pelaksanaan pembelajaran jarak jauh melalui online atau daring.

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengatakan kuota internet gratis tersebut dapat diberikan kepada seluruh siswa, mulai tingkat TK, SD, sampai SMP, baik negeri maupun swasta di Kota Semarang.

Menurutnya, kebijakan pemberian kuota internet secara gratis diupayakan, karena metode pembelajaran jarak jauh yang saat ini berlangsung selama pandemi Covid-19, mendorong semua pihak dalam menggunakan kuota internet yang lebih dari biasanya.

Dia menginginkan untuk program kuota internet gratis yang akan diupayakan tersebut, siswa tidak perlu mengajukan permohonan kepada sekolah, melainkan secara otomatis semua siswa mendapatkan dukungan kuota internet.

“Kalau yang melalui permohonan itu kan hanya beberapa siswa. Kalau yang ini diupayakan bisa semua siswa diberi, tidak memandang miskin ataupun kaya. Kuota internet bisa otomatis masuk ke nomor masing – masing,” ujarnya, Jumat (7/8).

Dengan kewenangan Pemkot, lanjutnya, dihrapkan tidak ada yang kelewat, karena saat ini memang semuanya butuh, dan selain itu regulasinya juga mengijinkan untuk kebijakan itu.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Semarang Hari Waluyo menuturkan kuota gratis diberikan tidak hanya bagi siswa, namun juga bagi guru atau tenaga pendidik. Hanya saja dalam mekanismenya harus memenuhi beberapa persyaratan seperti tercatat pada Dapodik per 31 Desember 2019, memiliki nomor unit pendidik, tenaga kependidikan, dan beberapa hal administrasi lainnya.

Dinas Pendidikan, dia menambahkan tentu saja mengharapkan persyaratan tersebut tidak menjadi kendala dalam program pemberian kuota, baik semua sekolah yang berada dalam kewenangan Pemerintah Kota Semarang.

Di sisi lain, menurutnya, untuk mekanisme pemberian kuota ini berasal dari dana BOS yang kemudian pihak sekolah di Kota Semarang akan membelanjakan kuota internet bagi siswa, mengingat berasal dari dana BOS, artinya baik sekolah negeri maupun swasta dapat membelanjakan kuota bagi siswanya.

Bagi sekolah negeri semua siswa dibelikan kuota, sedangkan untuk sekolah swasta memang tergantung pihak sekolah.

“Karena dana BOS itu kan hibah kepada sekolah. Dalam hal ini tergantung penerima hibah. Kalau sekolah menganggarkan pembelian kuota dalam RKAS berarti tidak ada masalah,” tuturnya. (rs)

* Artikel ini telah dibaca 10 kali.
Kampusnesia
Media berbasis teknologi internet yang dikelola oleh Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (STIKOM) Semarang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *