Home > HEADLINE > Pemkab Banyumas Akan Dirikan Masjid Dan Islamic Centre

Pemkab Banyumas Akan Dirikan Masjid Dan Islamic Centre

SEMARANG[Kampusnesia] – Pemkab Banyumas bekerja sama dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI), Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), NU dan Muhammadiyah segera mewujudkan pembangunan Masjid dan Islamic Center seluas enam hektare.

Kabag Kesra Sekda Kabupaten Banyumas Fatikhul Ikhsan mengatakan masjid dan Islamic Center seluas enam hektare itu, ke depan juga akan dimanfaatkan untuk perkantoran MUI, Baznas, FKUB dan lainnya.

“Lahan yang dipakai merupakan milik Pemkab Banyumas,  nantinya juga akan dipergunakan untuk perkantoran terintegrasi. Kini sedang dibentuk Badan Hukum Pengelola Masjid Agung dan Islamic Center dan direncanakan 2021 proses pembangunan sudah dimulai,” ujar Fatikhul Ikhsan  di Semarang, Senin (7/9).

Fatikhul Ikhsan mengatakan hal itu saat melakukan studi banding ke Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) Jalan Gajah Raya Semarang, bersama Ketua MUI Banyumas KH Taefur Arofat, Ketua Baznas HA Umar, Kepala Kantor Kemenag Akhsin Aedy Fanani dan pejabat Pemkab Banyumas lainnya,

Menurutnya, lokasi yang disiapkan itu terletak di Kelurahan Kedungwuluh Kecamatan Purwokerto Barat. Saat ini sedang dibuat jalan baru dari depan SMPN 1 Purwokerto tembus ke Jalan Gerilya.

Mereka diterima Sekretaris MAJT Drs H Muhyiddin MAg dan Ketua Dewan Penasehat Drs H Ali Mufiz MPA.

Ketua MUI Kabupaten Banyumas KH Taefur Arofat  mengharapkan doa restu agar cita-cita Pemkab Banyumas membangun Islamic Center lengkap dengan bangunan masjid megah, perkantoran Ormas Islam dengan segala pendukungnya bisa terwujud.

Ketua Dewan Penasehat MAJT Drs H Ali Mufiz MPA menyambut gembira rencana Pemkab Banyumas membangun masjid, Islamic Center dan perkantoran terpadu.

Mantan Gubernur Jateng itu mengingatkan, agar dalam perencanaan disertakan bangunan-bangunan yang bernilai ibadah juga bangunan bernilai ekonomi atau komersial.

“Bangunan komersial bisa berupa pertokoan yang bisa disewakan, koperasi, poliklinik, guest house, gedung pertemuan untuk resepsi pernikahan dan lain-lain,” tutur Ali Mufiz.

Menurutnya, ketika Gubernur Jateng H Mardiyanto membangun Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) sudah disiapkan bangunan convention hall, hotel Graha Agung, menara Al-Husna, area parkir yang memadai dan lain-lain sehingga masjid punya pemasukan dana untuk perawatan dan perbaikan.

Masjid dan Islamic Center yang akan dibangun  ini, tutur Ali Mufiz, diharapkan akan menjadi ikon Banyumas, oleh karena itu sejak dini perlu dipikirkan bagaimana caranya dibuat orang belum merasa puas datang ke Banyumas kalau belum singgah ke masjid dan Islamic Center Banyumas.

Sekretaris MAJT Drs KH Muhyiddin MAg juga menyarankan agar unit usaha masjid dan Islamic Center disiapkan sejak awal.  Kalau tidak punya sumber penghasilan yang tetap, pengurus akan kesulitan dan terbebani untuk perawatan dan perbaikan.

Selain itu, lanjutnya, penguatan SDM di bidang ketakmiran juga harus dipersiapkan secara matang. Misalnya imam yang hafal Quran 30 juz, suaranya merdu dan indah, kebersihan yang terjaga dan lainnya. Bangunan tersebut kemungkinan akan menghabiskan biaya Rp50 miliar lebih. (smh)

* Artikel ini telah dibaca 58 kali.
Kampusnesia
Media berbasis teknologi internet yang dikelola oleh Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (STIKOM) Semarang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *