Home > HEADLINE > Banyak Orang Sehat Menderita Sakit Jiwa

Banyak Orang Sehat Menderita Sakit Jiwa

SEMARANG[Kampusnesia] – Direktur Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Amino Gondohutomo Jateng dr Alek Jusran MKes mengatakan belakangan ini banyak orang sehat secara fisik namun mengalami gangguan atau menderita sakit jiwa.

“Gejalanya banyak. Bisa dialami oleh siapa saja dan  tidak terpengaruh dengan  strata sosial,” ujar Alek dalam upacara penandatanganan naskah kerja sama (MoU) antara rumah sakit yang dipimpinnya dengan  Fakultas Kedokteran Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) di Kampus Nongkosawit, Gunungpati, Semarang, Rabu (9/9).

Penandatanganan naskah kerja sama disaksikan Ketua Dewan Pembina Yayasan Wahid Hasyim Semarang Ali Mufiz, Prof Dr Noor Ahmad MA (Ketua Yayasan), para Wakil Rektor dan Dekan Fakultas Kedokteran Unwahas dr Sudaryanto M Kes.

Menurutnya, penanganan pasien sakit jiwa sekarang ini sangat manusiawi, pasien  diperlakukan sebagai orang sakit agar sehat dari penyakitnya. Berbeda dengan zaman dahulu, orang sakit jiwa dikurung seperti dalam penjara karena membahayakan orang lain dan dianggap sebagai aib.

Penyakit jiwa, lanjutnya, merupakan penyakit lama sehingga muncul cerita Laila Majnun, Juminten Edan dan sebagainya. Selain dengan Unwahas, RSJ Amino Gondohutomo Jateng  juga telah menjalin kerja sama dengan Fakultas Kedokteran Undip, Unissula, Universits Gunungjati dan lainnya.

Rektor Unwahas Prof Dr Mahmutarom SH M Hum mengatakan kerja sama dengan RSJ merupakan pengembangan Fakultas Kedokteran Unwahas yang tahun ini masuk tahap profesi dokter.

“Jadi dibutuhkan banyak rumah sakit untuk membekali pengalaman para dokter lulusan FK Unwahas. Sebelumnya kami telah menjalin kerja sama dengan RSUD KRMT Wongsonegoro Semarang dan RSI NU Demak,” tuturnya

Menurutnya, kalau sekarang ini banyak orang sehat secara fisik tetapi jiwanya tidak sehat. Semoga setelah diobati dokter lulusan Unwahas dengan pendekatan spiritual keagamaan bisa  lebih cepat sembuh.

Ketua Yayasan Wahid Hasyim Prof Dr H Noor Achmad MA menuturskan mahasiswa Fakultas Kedokteran Unwahas juga dibekali amalan Asmaul Husna, Alquran dan wirid yang pada saatnya bisa membantu menyembuhkan pasien.

Selain Fakultas Kedokteran, Unwahas juga mengembangkan Fakultas Farmasi untuk meneliti obat-obatan herbal. Untuk mendalami obat-obatan herbal Unwahas menggandeng Universitas Tianjin, Tiongkok.

“Tercatat 85% bahan baku obat-obatan herbal di Tianjin di antaranya didatangkan dari Indonesia, mengapa kita tidak konsentrasi mengembangkan ini,” ujar Noor Achmad.

Dia berharap kerja sama dengan RSJ Amino Gondohutomo makin meningkatkan kualitas lulusan Fakultas Kedokteran Unwahas terutama dalam menangani penyakit kejiwaan. (smh)

 

* Artikel ini telah dibaca 32 kali.
Kampusnesia
Media berbasis teknologi internet yang dikelola oleh Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (STIKOM) Semarang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *