Home > HEADLINE > PAMMI-P3MI Harapkan Pemberian Izin Operasional Pasar Malam Dan Hiburan

PAMMI-P3MI Harapkan Pemberian Izin Operasional Pasar Malam Dan Hiburan

DEMAK[Kampusnesia] – Para seniman yang tergabung dalam Persatuan Artis Musik Melayu Indonesia (PAMMI) dan Persatuan Pengusaha Pasar Malam Indonesia (P3MI), mengharapkan Pemkab dapat memberikan izin beroperasi untuk memulihkan ekonomi masyarakat.

Perwakilan P3MI Jateng Muntohar mengatakan pihaknya berharap, bidang hiburan seperti pasar malam untuk diberikan izin memulai berkarya, untuk pemulihan ekonomi masyarakat, mengingat selama pandemi Covid-19, seluruh event hiburan pasar malam terhenti.

“Kiranya Bapak Bupati dan Forkopimda dapat memberikan solusi atas kondisi yang sulit sat ini. Karena kami memiliki puluhan karyawan yang tidak bisa bekerja, sehingga perekonomian mereka terpuruk,” ujar Muntohar, saat audiensi dengan Bupati dan Forkopimda Kabupaten Demak di ruang transit Pendapa Kabupaten Demak, Kamis(10/9).

Senada Perwakilan dari PAMMI Imam Gozali menyampaikan permasalahan yang sama. Sejak dilarangnya akumulasi masa di tengah pandemi otomatis para seniman musik tidak bisa bekerja.

Kedua perwakilan usaha hiburan tersebut juga menyatakan tetap memperhatikan protokol kesehatan dengan ketat, serta ada pengawasan dari aparat TNI dan Polri jikaa event pentas dapat diselenggarakan.

“Kami siap dengan aturan protokol kesehatan, seperti menyediakan tempat cuci tangan, mengatur jarak pengunjung, mewajibkan pengunjung bermasker, dan membatasi waktu pertunjukan. Bahkan untuk penyanyi dan MC harus membawa mikrofon sendiri tidak bergantian,” tutur Imam Gozali.

Menanggapi hal tersebut, Dandim 0716/Demak Letkol Arh M Ufiz mengatakan pemulihan ekonomi harus tetap dilakukan, karena kalau dibiarkan berlarut-larut akan lebih memperburuk keadaan. Namun, kondisinya belum memungkinkan untuk penyelegaraan event hiburan.

“Harus dilakukan simulasi sebelum memberikan izin penyelenggaraan hiburan. Untuk pemulihan ekonomi bisa dilaksanakan namun upaya pencegahan pandemi Covid-19 jangan dilupakan. Sebelum dibuka atau sebelum pelaksanaan pentas harus dilakukan simulasi dahulu, bagaimana penerapan protokol kesehatanya dan Forkopimda akan melihat pelaksanaanya,” ujarnya.

Kapolres Andhika Bayu Adhitama menuturkan yang terpenting konsistensi para pelaku seni dan hiburan untuk merealisasi penerapan protokol kesehatan. Sebab, sering terjadi banyak mengumbar janji namun tidak pernah terealisasi.

“Penyediaan protokol kesehatan tidak hanya formalitas saja, namun betul betul dapat memenuhi harapan pemerintah,” tutur Kapolres.

Bupati Demak HM Natsir setuju dan mendukung arahan Dandim dan Kapolres. Bupati meminta Kapolres dan Dandim untuk membuatkan aturan atau standar protokol kesehatan di area hiburan.

“Selain menempatkan aparat TNI dan Polri selaku pengawas dislliplin protokol kesehatan turut memantau langsung dalam pelaksanaanya nanti,” ujarnya. (rs)

* Artikel ini telah dibaca 6 kali.
Kampusnesia
Media berbasis teknologi internet yang dikelola oleh Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (STIKOM) Semarang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *