Home > EKONOMI & BISNIS > Masjid Raya Baiturrahman Semarang Direhab Dengan Biaya Rp150 Miliar

Masjid Raya Baiturrahman Semarang Direhab Dengan Biaya Rp150 Miliar

SEMARANG[Kampusnesia] – Setelah sukses merenovasi Masjid Istiqlal Jakarta, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) berencana merenovasi dan merehab Masjid Raya Baiturrahman Jawa Tengah (MRB Jateng) di kawasan, Simpanglima Semarang.

Ketua Umum Yayasan Pusat Kajian dan Pengembangan Islam (YPKPI) Masjid Raya Baiturrahman Dr KH Ahmad Darodji MSi mengatakan Kementerian PUPR menyiapkan anggaran Rp150 miliar untuk bangunan tujuh lantai di belakang masjid. Sedangkan untuk renovasi bangunan utama masjid, menara dan pertamanan diperkirakan menghabiskan anggaran Rp20 miliar hingga Rp25 miliar.

“Kami menyampaikan terima kasih atas semua bantuan tersebut. Mudah-mudahan berkah dan segera terwujud menjadi kenyataan.Masjid Raya Baiturrahman akan menjadi cantik dan bersinar, nyaman untuk beribadah,” ujar Kiai Darodji di Semarang, Senin (14/9)

Menurutnya, bangunan tujuh lantai akan digunakan untuk lembaga pendidikan, perkantoran YPKPI Baiturrahman, unit usaha dan kaeadan parkir di lantai bawah.

Bangunan utama masjid dan menara, lanjutnya, akan dipercantik demikian pula perkantoran Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang terletak tepat di sebelah utara masjid juga akan dipercantik.

Direktur Bina Penataan Bangunan Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR Ir Diana Kusumastuti MT menuturkan Masjid Raya Baiturrahman merupakan salah satu Ikon Kota Semarang dan memiliki daya tarik wisata, seiring perjalanan waktu Masjid Baiturrahman mulai tenggelam sehingga memerlukan revitalisasi.

Pada Anggaran 2018, tutur Diana, telah dilaksanakan penataan tetapi belum secara keseluruhan sehingga masih kurang signifikan perubahannya. Sesuai arahan Menteri PUPR setelah Masjid Istiqlal selesai dilaksanakan dengan hasil luar biasa, maka Masjid Raya Baiturrahman juga harus direhab total seperti Masjid Istiqlal sehingga perubahannya dapat dirasakan langsung.

Wakil Walikota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu menjelaskan Pemkot Semarang diminta Menteri PUPR untuk ikut mengawal rencana Penataan Masjid Raya Baiturrahman terkait proses-proses perizinan dan lain sebagainya.

“Masjid Raya Baiturrahman memang dulunya ikon Kota Semarang dan juga merupakan bangunan cagar budaya sehingga penataannya harus melibatkan rekomendasi dari Ahli Cagar Budaya. Masjid ini merupakan salah satu destinasi wisata religi di Kota Semarang,” tutur Ita Panggilan akrab Hevearita Gunaryanti Rahayu itu.

Dengan demikian, tutur Ita, setelah dibangun oleh Kementerian PUPR TA.2021 diharapkan dapat mengembalikan Baiturrahaman menjadi Ikon masjid di tengah kota yang membanggakan, khusus umat Muslim dan secara umum Kota Semarang.

Wakil Ketua Umum MUI Jateng Prof Dr H Ahmad Rofiq MA mengatakan  MRB Jateng saat ini menjadi tempat yang nyaman untuk beribadah, sekaligus mendalami ajaran Islam, pengajian dan kajian-kajian lainnya yang bermanfaat. (smh)

 

* Artikel ini telah dibaca 12 kali.
Kampusnesia
Media berbasis teknologi internet yang dikelola oleh Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (STIKOM) Semarang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *