Home > EKONOMI & BISNIS > AGRIBISNIS > Lemhanas Usul Agar Pemerintah Buka Lumbung Pangan

Lemhanas Usul Agar Pemerintah Buka Lumbung Pangan

BOGOR[Kampusnesia] – Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas)  RI mengusulkan kepada pemerintah agar merubah budaya pertanian nasional dengan membuka lumbung pangan atau food estate, yang didukung sumber daya yang kompetitif termasuk dari kalangan generasi milenial.

Gubernur Lemhannas RI Letjen TNI (Pur) Agus Widjojo mengatakan selain itu juga perlu disiapkan langkah-langkah perubahan menuju mekanisasi yang modern dan feasible agar produk-produk pertanian dapat berkompetisi secara global

“Usulan ini merupakan salah satu hasil kajian ketahanan pangan Lemhannas RI dan para pakar di bidangnya sesuai dengan kaidah pengkajian Lemhannas yang diselenggarakan pada dua bulan terakhir,” ujar Agus

Pernyataan itu disampaikan Agus Widjojo  saat memimpin tim kajian ketahanan pangan nasional Lemhannas RI dalam rangka memberi masukan kepada pemerintah, di Istana Bogor, Selasa (15/9).

Menurutnya, usulan itu merupakan salah satu hasil kajian ketahanan pangan Lemhannas RI dan para pakar di bidangnya sesuai dengan kaidah pengkajian Lemhannas yang diselenggarakan pada dua bulan terakhir.

Kajian Lemhanas, lanjjutnya, merumuskan lima rekomendasi, meliputi pertama, terkait dengan Lahan Pangan (food estate), perlu dimiliki integrated big data untuk peta pangan nasional dengan berbasis teknologi dan budaya pertanian mekanisasi modern, penyusunan clustering food estate yang diterima pasar.

Kedua, terkait dengan Tata Kelola Pangan (Food Governance) diperlukannya project management office (pmo) yang bertanggung jawab terhadap orkestrasi secara menyeluruh terkait integrasi model bisnis food estate dari hulu ke hilir dan mengefektifkan peran Bulog sebagai jaring pengaman dan stabilisator harga untuk beras dan bahan pangan pokok strategis lainnya.

Ketiga, terkait dengan Budaya Pertanian (Agri-Culture) transformasi organisasi petani yang antara lain terjaminnya akses terhadap modal, mendorong tumbuhnya industri perarntara dan produk jadi pertanian, pengurangan makanan sisa (food waste) melalui kampanye nasional dan menafaatkan influencer berbagai jaringan media.

Keempat, terkait pemanfaatan lahan termasuk didalamnya proteksi alih fungsi lahan, inventarisasi lahan pertanian melalui big data, sinkronisasi dalam pemberian ijin oleh lembaga yang tumpang tindih dan pemanfaatan lahan tidur dan tidak produktif untuk pertanian.

Kelima, terkait dengan sumberdaya manusia dengan menyediakan tenaga terampil yang dapat terserap dari hilir hingga hulu beserta tenaga pendampingnya, tenaga kerja sukarela untuk menyerap tenaga kerja korban PHK Covid-19, serta insentif berupa biaya program studi pangan di perguruan tinggi dan lebih fokus ke program studi berbasis beasiswa dan ikatan dinas.

Kelima usulan atau rekomendasi ini, merupakan hasil kajian Forum Group Discussion (FGD) dan Round Table Discussion (RTD) yang diselenggarakan di Gedung Lemhannas dan dan didukung IKAL PPSA XXI.

Dia menambahkan mereka itu adalah, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, Franciscus Welirang, Ketua HKTI Jend TNI (Pur) Moeldoko, Dirjen Penataan Agraria Kemenag dan Tata Ruang  Andi Tenrisau, Pemerhati Ekonomi Regional Marcelino Rumambo Pandin, Deputy Managing Director  PT East West Seed Indonesia (EWINDO)  Afrizal Gindow,  Mantan Menteri Pertanian Anton Apriantono,

Kepala Badan Ketahanan angan RI Agung Hendriadi, Dirjen Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja Kemenaker RI Aris Wahyudi, Ketua Program Pasca Sarjana IPB Prof DR Akhmad Fauzi, Sekretaris Pengurus Yayasan Dharma Bhakti Asra Ida RM Sigalingging dan Kelompok Petani Milenial Bagas Suratman

Presiden Joko Widodo menyambut baik usulan Lemhanas itu dan akan mendorong masyarakat agar tidak membuang-buang makanan (food waste) dan memperkuat budaya baru untuk menghargai makanan dengan menyantap makanan yang sudah diambil.

“Ini merupakan salah satu cara untuk mewujudkan ketahanan pangan Nasional, “ tutur Presiden Jokowi.  (smh)

* Artikel ini telah dibaca 7 kali.
Kampusnesia
Media berbasis teknologi internet yang dikelola oleh Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (STIKOM) Semarang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *