Home > EKONOMI & BISNIS > Bea Cukai Jateng- DIY Terbitkan Izin KB Untuk Tumbuhkan Ekonomi Daerah

Bea Cukai Jateng- DIY Terbitkan Izin KB Untuk Tumbuhkan Ekonomi Daerah

SEMARANG[Kampusnesia] –  Bea Cukai Jateng-DIY berupaya terus membeikan kemudahan fasilitas fiskal berupa izin Kawasan Berikat (KB) bagi industri yang berorientasi ekspor.

Kali ini Bea Cukai Jateng-DIY berkolaborasi dengan Bea Cukai Surakarta kembali memberikan fasilitas fiskal berupa izin KB PT Hoplun Boyolali Indonesia pada Selasa (13/10) setelah perusahaan itu dinilai telah memenuhi persyaratan yang ditentukan.

Kabid Fasilitas Kepabeanan dan Cukai, Amin Tri Sobri mengatakan pemberian perizinan itu merupakan yang ke-14 di sepanjang 2020 yang diberikan kepada perusahaan di wilayah Jateng dan DIY.

Menurutnya, perusahaan ingin memanfaatkan fasilitas fiskal yang diberikan Pemerintah dalam rangka ekspansi dan agar dapat bersaing di pasar global, khususnya di masa pandemi.

Amin berharap ekspansi bisnis perusahaan dapat membantu menggerakkan dan memulihkan ekonomi daerah, yaitu dengan penanaman investasi serta penyerapan tenaga kerja disekitar perusahaan.

Direktur PT Hoplun Boyolali Indonesia Alam Pramudya menuturkan ekspansi perusahaannya ditengah pandemi dimungkinkan karena settle-nya perusahaan dalam menghadapi pandemi. Selain itu, juga mulai diliriknya pasar produksi garmen di Asia.

“Saat ini pasar di negara kawasan Eropa sedang melirik pasar produksi di Asia, seperti Bangladesh dan Kamboja. Melihat kondisi industri garmen di Indonesia yang lebih baik, kami yakin investor akan memepercayakan produksi produknya di Indonesia,” ujar Alam.

PT Hoplun Boyolali Indonesia merupakan perusahaan di bidang garmen dengan hasil produksi berupa pakaian dalam wanita, dan memiliki pasar distribusi ekspor ke Amerika dan Eropa.

Menurut Alam, perusahaan yang memiliki sister company PT Hoplun Semarang Indonesia dan PT Kartini Lingerie Indonesia ini, rencananya akan menanamkan investasi sebesar Rp112 milyar dengan menyerap tenaga kerja sebanyak 1.984 orang.

Perusahaan yang berlokasi di Desa Jelok, Cepogo, Boyolali, Jawa Tengah akan mulai beroprasi pada Desember 2020 mendatang.

Dengan Kawasan Berikat, tutur Alam, maka perusahaan akan mendapatkan fasilitas penangguhan Bea Masuk dan tidak dipungut Pajak Dalam Rangka Impor atas importasi bahan bakunya yang akan diolah menjadi barang jadi dan kemudian diekspor. (rs)

* Artikel ini telah dibaca 3 kali.
Kampusnesia
Media berbasis teknologi internet yang dikelola oleh Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (STIKOM) Semarang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *