Home > HEADLINE > Seniman Jaran Kepang Gelar Aksi Tolak Demo Anarki

Seniman Jaran Kepang Gelar Aksi Tolak Demo Anarki

SEMARANG[Kampusnesia] –  Puluhan massa yang bergabung dalam wadah Masyarakat Jaran Kepang Semarang Serasi menggelar aksi damai, di tengah cuaca terik yang membakar Kota Semarang, Kamis (15/10).

Mereka menyerukan penolakan terhadap demo anarkis yang terjadi di Semarang beberapa waktu lalu.

Sedikitnya 20 orang mengikuti aksi damai mulai dengan longmarch dari Taman Indonesia Kaya, kemudian mengelilingi kawasan Simpang Lima Semarang. Pengawalan lalu lintas dilakukan dengan Polisi bersepeda.

Dalam aksinya, mereka membawa dua spanduk, masing-masing bertuliskan ‘timbang kerusuhan mending kesenian’ dan ‘Jaran Kepang Andum Panganan Becik Rembugan Ora Ngrusak Kahanan’.

“Kami melakukan aksi damai, menolak kekerasan dan menolak anarkisme. Kita semua masyarakat Kota Semarang untuk bersama menjaga kota kita,” ujar orator aksi tersebut selama longmarch.

Aksi mereka tentu saja menarik perhatian warga Kota Semarang yang tengah melintas di sepanjang jalan Pahlawan menuju Simpang Lima. Beberapa pengendara mobil dan motor tampak merekam aksi tersebut.

Longmarch berakhir di depan halaman kantor Gubernur dan DPRD Jawa Tengah. Peserta aksi kemudian membentuk barisan dan melakukan pementasan tarian jaran kepang yang didahului dengan penaburan bunga di atas spanduk hitam bertuliskan ‘Ojo Gawe Bubrah Jawa Tengah’.

“Kami Masyarakat Jaran Kepang Semarang serasi Kabupaten Semarang, kita tujuannya meruwat gerbang DPRD. Untuk membuka jalan kepada masyarakat supaya tidak gegabah melakukan hal-hal yang tidak perlu terutama anarki ataupun kerusuhan karena bisa dilakukan secara rembug atau musyawarah,” tutura Bowo Sulaksono, koordinator aksi.

Selain menolak kerusuhan-kerusuhan yang terjadi di Indonesia khususnya di Kota Semarang, menurut Bowo, aksi ini sebagai upaya agar pemerintah dan anggota dewan memperhatikan para seniman.

“Karena pandemi belum selesai sudah ada kerusuhan-kerusuhan, sedangkan kami para seniman sangat terdampak dan tidak bisa pentas sejak Maret lalau,” ujar Bowo.

Pentas jaran kepang tersebut diikuti perwakilan 4 paguyuban jaran kepang dari Kabupaten Semarang. Bowo juga mencurahkan keluhan karena sejumlah seniman pernah dibubarkan oleh Satgas

“Semoga dengan aksi ini, pemerintah dan anggota dewan akan lebih memperhatikan lagi nasib para seniman terutama jaran kepang ini,” tuturnya. (rs)

* Artikel ini telah dibaca 3 kali.
Kampusnesia
Media berbasis teknologi internet yang dikelola oleh Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (STIKOM) Semarang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *