Home > HEADLINE > Antisipasi La Nina, Koordinasi Pemprov Jateng, Pemkab/Pemkot Sangat Dibutuhkan

Antisipasi La Nina, Koordinasi Pemprov Jateng, Pemkab/Pemkot Sangat Dibutuhkan

SEMARANG[Kampusnesia] – Fenomena La Nina diprediksi akan terjadi di musim hujan tahun ini, hingga berpotensi menyebabkan peningkatan akumulasi curah hujan bulanan di Indonesia.

Ketua Komisi E DPRD Jateng Abdul Hamid mengatakan bencana alam akibat musim hujan setiap tahun dipastikan terjadi, sehingga koordinasi antara Pemprov Jateng, Kabupaten/Kota serta instansi terkait sangat dibutuhkan.

“Apalagi saat ini, dimana sejumlah wilayah di Jateng bagian Selatan terindikasi masuk kategori rawan gelombang tinggi, seperti di Cilacap, Banyumas, Purworejo dan Kebumen, “ ujarnya sesuai diskusi prime topik yang mengangkat tema Mitigasi dan Siaga Fenomena La Nina, yang digelar di Hotel Getz Semarang, Senin (19/10).

Selain Ketua Komisi E DPRD Jateng Abdul Hamid, Diskusi itu juga menghadirkan nara sumber Kasi Kesiapsiagaan BPBD Provinsi Jateng Adi Widagdo dan Dosen Geografis FIS Unnes Semarang Dr Erni Suharini.

Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebutkan mengenai fenomena La Nina yang diprediksi akan menyebabkan terjadinya peningkatan akumulasi curah hujan bulanan di Indonesia.

La Nina, tutur Abdul Hamid, harus diantisipasi oleh Pemprov Jateng, Kabupaten dan Kota bahkan hingga ke tingkat desa, dengan koordinasi sejumlah instansi terkait, mengingat ada area atau sektor yang terdampak meliputi pertanian, perhubungan dan perikanan.

Menurutnya, simulasi kebencanaan oleh pemeritah harus sudah mulai. Bahkan  harus memikirkan, bagaimana  nelayan yang tak melaut akibat musim barat yang sangat membahayakan aktivitasnya.

Pemerintah, dia menambahkan harus mendorong, seperti memberi asuransi nelayan dan petani yang terkena dampak hingga mengalami gagal panen atau lahan persawagan puso.

Koordinasi Pemprov Jateng dan Kabupaten/Kota dan instansi terkait tersebut untuk menyiapkan tenaga, peralatan, dan alokasi anggaran serta lainnya. Selain kesiapan rumah singgah dan jalur evakuasi untuk pengungsi, juga kesehatan berupa obat-obatan dan tenaga medis.

Sementara itu, Kasi Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jateng Adi Widagdo menuturkan saat ini pihaknya telah menyiapkan dan berkordinasi dengan kabupaten/kota terkait dengan antisipasi La Nina serta menyiapkan peralatan, tempat pengungsian dan lainnya.

“Tempat pengungsian kita siapkan untuk warga terkena dampak musibah bencana alam dan tentu disesuaikan dengan kondisi masa pandemi yang harus diberlakukan protokol kesehatan,” tuturnya.

Kepala Stasiun Klimatologi Semarang/Koordinator BMKG Jateng Tuban Wiyoso mengatakan saat ini Jateng sudah masuk masa transisi dari musim kemarau ke musim hujan. Oktober sampai Akhir November mendatang sudah masuk musim hujan. Sedangkan mulai November, curah hujan akan meningkat, juga pada Desember dan puncak musim hujan bakal terjadi pada Januari dan Februari 2021. (rs)

* Artikel ini telah dibaca 6 kali.
Kampusnesia
Media berbasis teknologi internet yang dikelola oleh Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (STIKOM) Semarang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *