Home > HEADLINE > Sebagian Besar Orang Tua Siswa Berharap Pemkot Semarang Berlakukan Pembelajaran Tatap Muka

Sebagian Besar Orang Tua Siswa Berharap Pemkot Semarang Berlakukan Pembelajaran Tatap Muka

SEMARANG[Kampusnesia] – Para orang tua siswa sekolah dasar dan lanjutan di Kota Semarang mengharapkan kepada pemerintah agar segera mengakhiri pembelajaran jarak jauh dan memberlakukan kembali aktifitas pembelajaran tatap muka atau luring

Ketua Dewan Pendidikan Kota Semarang Dr Drs Budiyanto SH  MHum mengatakan sikap dan harapan para orang tua itu menjadi temuan dalam kegiatan monitoring yang diselenggarakan Dewan Pendidikan Kota Semarang di tengah pandemi Covid-19 ini.

“Ada bebetapa temuan yang perlu ditindaklanjuti oleh pemegang otoritas,  79,7% orang tua dan siswa di Semarang mengalami rasa jenuh dan dan stress, karena itu para wali siswa berharap agar pembelajaran tatap muka diberlakukan kembali,” ujar Budiyanto saat memimpin audiensi pengurus Dewan Pendidikan Kota Semarang dengan Plt Walikota Semarang Tavip di ruang rapat walikota Semarang, Senin (19/10)

Menurutnya, temuan lainnya dalam monitoring itu adalah orang tua kesulitan memahami pelajaran dan memotivasi anaknya (60,3%),  siswa sebagian besar bisa mengukuti bekajar dari rumah (70,9%), guru mengalami kendala pengelolaan pembelajaran (69,4%).

Dalam monitoring itu, lanjutnya, juga ditemukan kesulitan guru dalam mengelola pembelajaran (69,4%),  sekolah/guru mengalami kesulitan berkomunikasi dengan siswa maupun orang tua (63,4%) dan perlunya bantuan dana untuk pembelian kuota menggunakan dana pendampingan BOS atau BOP (95%)

Dia menambahkan atas temuan Dewan Pendidikan Kota Semarang menyampaikan beberapa rekomendasi di antaranya kegiatan PJJ masih bisa dilanjutkan dimasa pandemi Covid-19 dengan tetap menjalanjan protokol kesehatan dan meminimalisasi terjadinya penularan Covid- 19. Pihak sekolahan/guru lebih meningkatkan intensitas komunikasi dengan orang tua dalam mendukung PJJ dn BDR.

Selain itu, tutur Budiyanto,  rekomendasi lainnya adalah kurikulum dan modul pembelajaran tetap menyesuaikan dengan kebijakan pembelajaran dimasa darurat Covid-19, orang tua siswa dan siswa perlu dibantu dengan dukungan media IT agar proses PJJ dan BDR bisa lebih maksimal.

Selanjutnya, pemerintah cq Dinas Pendidikan tetap bekerja sama dengan dinas terkait dalam pelaksanaan pencegahan dari penularan Covid-19 dan dana pendamping BOS perlu disesuaikan untuk menunjang program PJJ ke depan.

Sementara itu, Plt Walikota Semarang Tavip  menyampaikan terima kasih atas masukan dari dewan pendidikan. Terkait dengan desakan orang tua agar pembelajaran tatap muka dibuka kembali, Pemkot Semarang sudah menyiapkan kebijakan untuk menyongsong perubahan zona dari merah ke hijau.

“Pembelajaran Tatap Muka pun akan dilakukan secara bertahap, temuan dan rekomendasi monitoring dewan pendidikan menjadi masukan berharga bagi kami dalam menghadapi era new normal,” tuturnya. (smh)

* Artikel ini telah dibaca 40 kali.
Kampusnesia
Media berbasis teknologi internet yang dikelola oleh Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (STIKOM) Semarang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *