Home > EKONOMI & BISNIS > Kawasan Industri Terpadu Batang Siap Menerima Relokasi Investor Yang Akan Masuk

Kawasan Industri Terpadu Batang Siap Menerima Relokasi Investor Yang Akan Masuk

                                     Direktur Operasional PT KIW Ahmad Fauzie Nur

SEMARANG[Kampusnesia] – Setelah disahkannya Undang-Undang Cipta Kerja, salah satunya untuk mematik dan membuka peluang investasi dengan harapan pertumbuhan ekonomi kembali menggeliat, bahkan meningkat. UU Cipta Kerja akan mendorong reformasi regulasi dan debirokratisasi, sehingga pelayanan Pemerintahan akan lebih efisien, mudah, dan pasti, dengan adanya penerapan investasi dunia industri yang dirancang untuk menciptakan lapangan kerja.

Direktur Operasional PT KIW Ahmad Fauzie Nur mengatakan PT KIW bersama PT PP (Persero), PTPN IX dan Perumda Batang merupakan konsorsium untuk membangun, mengembangkan dan mengelola Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB).

Setelah disahkannya Undang-Undang Cipta Kerja, peluang investasi bakal lebih terbuka yang diharapkan pertumbuhan ekonomi kembali menggeliat, bahkan semakin meningkat.

Direktur Operasional (Dirop) PT Kawasan Industri Wijayakusuma (KIW) Ahmad Fauzie Nur mengatakan UU Cipta Kerja salah satunya bakal memacu petumbuhan investasi, sekaligus mendorong reformasi regulasi dan debirokratisasi, sehingga pelayanan Pemerintahan akan lebih efisien, mudah, dan pasti. Dengan adanya penerapan investasi dunia industri yang dirancang untuk menciptakan lapangan kerja.

PT KIW bersama PT PP (Persero), PTPN IX dan Perumda Batang merupakan konsorsium untuk membangun, mengembangkan dan mengelola Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB).

Menurut Fauzie, hal ini sekaligus menjawab informasi adanya rencana 153 perusahaan yang sudah mengantre untuk bisa membangun usahanya di Indonesia.

“Untuk itu, pembangunan KIT Batang sedang kita kebut. Penyiapan lahan dan dukungan pembangunan infrastruktur secara paralel juga dilakukan. KIT Batang optimis, dengan akselerasi yang dilakukan saat ini, akan semakin menarik minat investor di KIT Batang,” tutur Fauzie.

Seperti diketahui, fase pertama KIT Batang yang disiapkan seluas 450 hektare dan diharapkan siap pada Triwulan pertama 2021. Tidak berhenti pada fase pertama, penyiapan lahan juga berlanjut untuk fase berikutnya pada klaster  1 (satu) seluas 3.100 hektare. Target total luas lahan KIT Batang mencapa sekitar 4.300 hektare.

Fauzie menuturkan dengan koordinasi dan support dari pemerintah, KIT Batang dipastikan akan menjadi pilihan yang menarik bagi investor baik domestik maupun mancanegara.

Hal ini, tutur Fauzie, karena pertimbangan adanya aksesibilitas yang memadai,termasuk infrastruktur ruas tol, non tol, jalur kereta api dan rencana pelabuhan, tentu akan memudahkan kegiatan industri di KIT Batang.

Selain itu, dia menambahkan lagi sistem perizinan yang menggunakan sistem elektronik (OSS), ini akan menjadi efektif sekaligus efisien.

Konsorsium KIT Batang meyakini bahwa UU Cipta Kerja akan bermanfaat besar untuk mendorong pemulihan ekonomi nasional dan membawa Indonesia memasuki era baru perekonomian global.

Terkait adanya kabar baik datang dari sektor manufaktur, di mana salah satu pemain besar mobil listrik dunia, Tesla besutan Elon Musk sedang menjajaki pembangunan pabrik baterai di Indonesia, konsorsium KIT Batang menyambut sangat postif kabar tersebut.

Kabar terbaru, lanjutnya, Tesla sedang diarahkan oleh pemerintah untuk membangun pabriknya di KIT Batang, dan saat ini masih berproses.

“KIT Batang siap menerima investor,” ujar Fauzie.  (Anggito)

* Artikel ini telah dibaca 15 kali.
Kampusnesia
Media berbasis teknologi internet yang dikelola oleh Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (STIKOM) Semarang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *