Home > HEADLINE > Sejumlah Negara Masih Berpeluang Untuk Pekerja Migran Indonesia

Sejumlah Negara Masih Berpeluang Untuk Pekerja Migran Indonesia

SEMARANG[Kampusnesia] – Mencari solusi untuk menekan meningkatnya jumlah pengangguran di Jawa Tengah, DPRD Provinsi Jawa Tengah mendorong adanya akses pekerjaan dari luar negeri.

Anggota Komisi E DPRD Jateng Endro Dwi Cahyono mengatakan untuk membantu masyarakat mendapatkan pekerjaan, Pemprov membuka akses pekerjaan di luar negeri, mengingat besarnya peluang kerja di luar negeri seperti Jepang yang membutuhkan 360.000 pekerja.

“Peluangnya luas, seperti yang di Jepang itu juga untuk semua sektor. Dari satu sektor saja permintaan kebutuhan juga banyak jenisnya. Tinggal pemerintah bisa menjembatani masyarakat tidak, seperti kemampuan bahasa,” ujarnya dalam dialog Prime Topic yang mengangkat tema Manakar Peluang Berkeja Di Mancanegara di Hotel Noormans Semarang, Jumat, (23/10).

Selain Anggota Komisi E DPRD Jateng Endro Dwi Cahyo, Diskusi itu juga menghadirkan nara sumber Kepala Dinas Tenaga Kerja Dan Transmigrasi Jateng Sakina Rosellasari dan Kepala BP2MI Jateng AB Rachman.

Berkaitan dengan kemampuan bahasa, Endro mengingatkan salah satu kelemahan masyarakat adalah komunikasi. Tidak sedikit permasalahan yang muncul dalam kasus pekerjaan luar negeri karena minimnya kemampuan bahasa.

“Bisa pemerintah membuka pelatihan bahasa singkat, yang dibutuhkan saja. Lebih bagus lagi kalau juga ada pemahaman budaya negara yang akan dituju. Pengangguran di Jateng setelah pandemi ini hampir 10 juta jumlahnya, jumkah yang tidak sedikit,” tuturnya.

Menurutnya, DPRD juga telah mengajak Pemprov melalui Disnakertrans bersama BP2MI untuk membuat skema terbaik. Karena untuk bekerja diluar negeri juga membutuhkan modal yang tidak sedikit.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketenagakerjaan Provinsi Jawa Tengah Sakina menuturkan  adanya kesadaran untuk mengikuti prosedur yang sudah diatur. Data Disnakertrans menyebutkan hampir 80% tenaga kerja yang ada diluar negeri tidak mengikuti prosedur yang ada.

“Harus Prosedural, ini untuk menjamin keamanan dan perlindungan warga negara yang bekerja diluar negeri. Kalau tidak pasti akan ada masalah. Hampir sebagian besar kasus permasalahan yang ada saat ini karena tidak prosedural saat berangkat,” ujar Sakina.

Menurutnya, jumlah tenaga kerja dari Jateng yang bekerja di luar negeri yang tercatat pada Juli 2020 mencapai 65.000 orang, sedangkan 1.900 di antaranya telah pulang akibat pandemi Covid-19. Sedangkan yang pulang sebagian besar yang bekerja di kapal pesiar meski gaji mereka tinggi.

Sebanyak 30% Pekerja Migran Indonesi (PMI) dan paling banyak bekerja di Taiwan hingga mencapai 20.000 orang dan Hongkong 11.000 orang, sedangkan sisanya di Singapura, Malaysia, Eropa serta Emirat Arab.

Kepala BP2MI Jateng AB Rachman meminta adanya pengawalan dari pemerintah untuk persiapan pemberangkatan Tenga Kerja. Tidak hanya pada aspek administratif, tetapi juga persiapan bahasa, kemampuan, kecakapan, materil, serta rencana setelah pulang kembali ke kampung halaman.

“Ini yang kami rasa kurang, bantuan dari pemerintah saat persiapan. Mulai dari kemampuan personal sampai dengan perencanaan ketika sudah sampai rumah. Gaji di luar negeri itu besar, kalau sudah dapat 3 tahun bisa beberapa ratus juga bisa dibawa pulang. Harapan kami itu bisa membantu kedepannya,” tuturnya

Menurutnya, sejumlah negara masih membutuhkan tenaga kerja asal Indonesia. Misalnya Jepang yang membuka peluang bekerja 360.000 orang untuk 14 sektor.

Gaji di Jepang pun tinggi, berkisar Rp18 juta sampai Rp 25 juta per bulannya. Begitu juga Korea, yang membuka peluang bagi PMI. Di Korea gaji per bulannya berkisar Rp22 juta sampai Rp30 juta.

Namun, lanjutnya, persaratannya pun ketat, mulai kepemilikan paspor, sertifikasi kompetensi, kemampuan berbahasa asing seperti Inggris, Hongkong atau Mandarin. Bahkan sampai saat ini masih menjadi kendala bagi PMI. (rs)

* Artikel ini telah dibaca 7 kali.
Kampusnesia
Media berbasis teknologi internet yang dikelola oleh Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (STIKOM) Semarang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *